BPH Migas Atasi Kelangkaan BBM Di Kalimantan

135

Kalimantan-kelangkaan1JAKARTA. Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) segera akan mengatasi kelangkaan BBM di Kalimantan. Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium sebesar 2,5 juta kiloliter bisa dipastikan akan disalurkan oleh badan usaha penyalur BBM bersubsidi (publik service obligation) pada akhir Mei atau paling lambat awal Juni 2012. Hal ini diungkapkan Kepala BPH Migas, Dr. Ir. Andy Noorsaman Someng pada Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI kemarin sore (23/5).

Berkaitan dengan permintaan empat Gubernur se-Kalimantan untuk memperoleh tambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebesar 3,4 juta kiloliter pada 2012 sulit dipenuhi. Pemerintah dalam hal ini BPH Migas, mengaku hanya bisa menambah kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis premium sebesar 5 persen.

Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Someng selanjutnya mengungkapkan, Sidang Komite pada 8 Mei 2012 telah menetapkan kuota BBM bersubsidi 2012 pasca dibukanya cadangan BBM sebanyak 2,5 juta kiloliter untuk disalurkan sesuai UU APBNP 2012. Surat Keputusan Besaran Kuota per provinsi sudah dikirimkan ke Gubernur dan PT Pertamina (Persero) dan badan usaha penyalur BBM PSO pada pekan ini, sehingga 2,5 juta kiloliter bisa disalurkan mulai pekan depan. “Surat Keputusan sudah saya kirim pekan ini, sehigga pekan depan atau paling lambat awal Juni 2,5 juta kiloliter semuanya premium sudah bisa disalurkan” tandas Andy.

Sementara itu, untuk mengatasi kelangkaan BBM bersubsidi di Kalimantan, BPH Migas akan segera mengalokasikan tambahan sebesar 5 persen yang merupakan bagian dari 2,5 juta kiloliter. Provinsi Kalimantan mendapat tambahan sebesar 159.844,55 kiloliter sehingga menjadi 3.196.891 kiloliter yang sebelumnya sebesar 3.037.046,5 kl. Pernyataan Kepala BPH Migas tersebut merupakan salah satu kesimpulan Rapar Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI.

Berdasarkan konsumsi premium periode Januari-April 2012 mencapai 8,863 juta kiloliter atau lebih 9,07 persen dan solar 4,879 juta kiloliter atau lebih 6,34 persen dari total kuota. Dari data tersebut maka diperkirakan kuota premium bersubsidi akan habis pada 24 November. Sedangkan untuk solar akan habis pada 9 November. Hingga akhir tahun, konsumsi premium diperkirakan mencapai 27,4 juta kiloliter atau lebih 12,3 persen dibandingkan kuota APBNP 2012 sebesar 24,4 juta kiloliter. “ Untuk solar akan mencapai 15 juta kiloliter atau lebih 8,3 persen dibandingkan dengan kuota sebesar 13,9 juta kiloliter” ujarnya.

Kalimantan-kelangkaan2