Indonesia Harus Punya Cadangan BBM Nasional

1285

cadanganJakarta – Sampai saat ini Indonesia belum memiliki cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional. Indonesia baru memiliki cadangan operasional 18 sampai 23 hari dan itu pun tidak merata di seluruh propinsi dan seuruh Kabupaten/Kota di Indonesia.

“Ini merupakan tantangan bagi pemerintah Indonesia dalam memenuhi berapa besar cadangan BBM yang diperlukan. Dalam Undang-undang sudah jelas bahwa salah satu tugas dari BPH Migas adalah bagaimana mengatur cadangan BBM nasional,” kata Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Sommeng dalam acara Konsultasi Publik Pendalaman Rencana Implementasi Cadangan Operasional dan Cadangan Penyangga Energi, di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (22/9/2014).

Menurut Andy, saat ini pemerintah tengah memiliki rencana untuk mewujudkan ketahahanan cadangan energi nasional khususnya pada sektor minyak bumi, BBM dan LPG yang didukung pula oleh ketersediaan fasilitas penyimpanan yang dibutuhkan.

“BPH Migas mengacu pada amanah PP Nomor 36 tahun 2004 dengan acuan UU Migas Nomor 22 tahun 2001 mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam merealisasi kebijakan cadangan BBM nasional khususnya pada hal pengaturan dan pengawasanya sesuai dengan amanah yang tertetera pada pasal 59 ayat 4 dan 5 setelah jumlah dan jenis cadangan tersebut ditetapkan oleh pemerintah,” kata Andy.

Terkait dengan cadangan BBM nasional ini, lanjut Andy BPH Migas telah mengirim surat kepada pemerintah dalam rangka bagaimana pemerintah supaya segera menetapkan cadangan BBM nasional.

Selain cadangan operasional badan usaha terkait beberapa hal seperti lokasi, jumlah dan jenis BBM dan kapasitas penyimpanan yang dibutuhkan serta biaya investasi yang dibutuhkan untuk mencapai ketahanan BBM nasional dan secara umum ketahahan energi nasional. “Kalau kita berbicara integrated supply chain tentunya kita harus membangun suatu infrastruktur dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Susilo Siswoutomo mengungkpkan, tidak punya pilihan bahwa Indonesia harus serius menyiapkan roadmap bagaimana bisa memiliki cadangan BBM nasional atau cadangan penyangga.

“Apabila dalam kondisi emergency seperti perang, selat malaka ditutup, impor BBM terhenti, dalam 3 smpai 4 hari tidak ada yang bisa kita lakukan. Kita harus mulai serius menyiapkan roadmap cadangan energi baik itu buffer reserve, strategic reserve, dan operation reserve,” katanya.

Wamen menambahkan, bila dibandingkan dengan negara-negara lain, hanya Indonesia yang tidak memiliki cadangan BBM nasional. “Malaysia punya 20 hari cadangan, Singapura 25 hari,  Vietnam saja punya, yang tidak punya itu cuma Indonesia,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Komite BPH Migas Ibrahim Hasyim mengatakan soal cadangan BBM nasional harus segera. Menurutnya, saat ini konstalasi supply and demand migas dunia sedang berubah. Amerika produksinya sudah 9,7 juta barel per hari dan shale gasnya luar biasa.

“Sekarang Indonesia yang begitu besar demand-nya memiliki Bargaining position yang tinggi. Pada saat negara negara-negara OPEC sudah tidak bisa lagi jualan ke Amerika, maka inilah momentumnya untuk penyangga mumpung momentum pasar dunia terhadap migas lagi baik buat kita menyetok,” ujar Ibrahim.