BBM 1 harga hadir di Halmahera Selatan, Bukti Pemerintah dalam Menciptakan Energi yang Berkeadilan.

    30

    Halmahera Selatan – Anggota Komite BPH Migas, Dr. M. Lobo Balia, M.Sc. bersama Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, GM PT. Pertamina (Persero) Marketing Operational Region VIII telah meresmikan SPBU Kompak 86.977.16 di Kecamatan Kayoa Barat, Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara yang menandai pula lahirnya keadilan energi bagi masyarakat Halmahera Selatan.

    Peresmian Penyalur BBM 1 Harga di Kecamatan Kayoa Barat, Kabupaten Halmahera Selatan merupakan Peresmian Penyalur BBM 1 Harga ke-14 dari target 54 penyalur 1 harga yang telah dan akan dibangun pada Tahun 2017 dalam rangka pelaksanaan amanat Presiden Republik Indonesia mengenai Program BBM 1 harga. Sebelumnya terjadi disparitas harga yang cukup tinggi mengenai harga BBM yang ada di Halmahera Selatan dengan harga menyentuh hingga kisaran Rp. 12.000,-.

    Anggota Komite BPH Migas, Dr. M. Lobo Balia, M.Sc. memberikan sambutan pada acara persemian SPBU Kompak, Lobo menyebutkan bahwa “BBM 1 Harga ini adalah bukti begitu besarnya perhatian Pemerintah terhadap masyarakatnya. Selain itu, dalam implementasi program BBM 1 harga di Maluku dan Papua ini, kami berharap setiap pihak dalam Pemerintahan Daerah, pengusaha dan PT Pertamina (Persero) dapat bekerjasama dan berkoordinasi dengan baik dalam menciptakan sistem yang dapat memudahkan masyarakat Halmahera Selatan ini mudah mendapatkan BBM secara adil. Jangan sampai ada hal-hal yang dapat mempersulit masyarakat yang membutuhkan BBM”.

    “Pembangunan SPBU Kompak di wilayah 3T ini bukan merupakan hal yang mudah mengingat lokasi geografis dan ongkos angkut yang tinggi sehingga perlu dipastikan tepat sasaran peruntukkannya. Oleh karena itu perlu ada pengawasan dan monitoring dari Pemerintah daerah dan Aparat agar Penyaluran BBM 1 harga ini tepat sasaran, tidak boleh ada Industri dan oknum yang menikmati Program 1 Harga BBM di wilayah 3T ini” tambah Lobo.

    Selain itu, Komite BPH Migas mengingatkan kepada Pemerintah Daerah, Badan Usaha maupun Masyarakat dapat melaporkan adanya dugaan-dugaan tindakan dalam penyalahgunaan yang terjadi di lapangan kepada BPH Migas ataupun Instansi yang berwenang lainnya. Yang kemudian dari itu, kami akan melakukan pengumpulan bahan dan keterangan yang akan kami analisa dan lanjutkan ke proses berikutnya.

    Harapan dengan telah terbangunnya SPBU Kompak Kayoa Barat, masyarakat di Kabupaten Halmahera Selatan lebih terlayani dan dapat memacu pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Halmahera Selatan. PT Pertamina (Persero) juga diharapkan untuk terus menjamin pasokan BBM ke SPBU Kompak ini.

    Pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Ego Syahrial meminta kepada BPH MIgas untuk dapat meningkatkan koordinasi pengawasan dengan aparat terkait. dan menyampaikan rencana alokasi di SPBU Kayoa Barat antara lain 75 KL untuk jenis BBM Premium dan 25 KL untuk BBM jenis Solar per bulannya. Dan satu hal, dengan mulai beroperasinya SPBU Kompak ini dapat mengembangkan perekonomian masyarakat di sekitar Halmahera Selatan.