BBM SATU HARGA KINI HADIR DI YALIMO, PAPUA

0
22

Yalimo, Papua – Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa, didampingi Manager Fuel Retail Marketing Pertamina MOR VIII Fanda Chrismianto dan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Yalimo, Yosua Kepnop meresmikan Program BBM Satu Harga ke-123 SPBU KOMPAK 86.995.19 Distrik Abenaho, Kab. Yalimo, Provinsi Papua, Selasa (26/2/2019).

Distrik Abenaho masuk dalam wilayah 3 T (Tertinggal, Terluar dan Terdepan). Untuk mencapai Distrik Abenaho dari Jayapura Naik pesawat sekitar 40 menit ke Wamena dilanjutkan dengan Jalan darat sekitar 65 Km dengan waktu tempuh kurang lebih 1,5 jam atau apabila menggunakan jalur darat dari Jayapura ditempuh selama 2 hari 2 malam. 

Kehadiran SPBU Program BBM Satu Harga di Abenaho merupakan titik ke-2 di Kabupaten Yalimo. Sebelumnya pada tahun 2017, BBM 1 Harga telah hadir di Distrik Elelim yang merupakan Ibu kota Kabupaten Yalimo dengan jarak 65 Km dari Distrik Abenaho. Secara keseluruhan saat ini telah beroperasi 26 Penyalur BBM Satu Harga di Papua dan Papua Barat.

Masyarakat menyambut baik dan senang Kehadiran BBM 1 Harga di Distrik Abenaho ini. Setelah bertahun-tahun membeli bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Jayawijaya dengan harga Rp 18.000 per liter dan kemudian dijual di wilayah itu dengan harga Rp 30.000-Rp 35.000, kini masyarakat di Distrik Abenaho, Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua, memiliki stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Kompak satu harga, yakni solar Rp 6.450/liter dan premium Rp 5.150./liter, Masyarakat di Distrik Abenaho dapat menikmati BBM dengan harga yang sama seperti di pulau Jawa dan kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa dalam sambutannya mengungkapkan, ini adalah peresmian ke-123 BBM satu harga di seluruh Indonesia, dari 133 yang sudah dibangun, dengan target 170 lokasi yang akan dibangun sejak tahun 2016 akhir hingga tahun 2019. 

SPBU Kompak satu harga ini, kata Fanshurullah, lebih banyak dibangun di wilayah Papua dan Papua Barat dari seluruh Indonesia. 

“Ini adalah bagian dari hadirnya sumber energi yang berkeadilan. Apalagi kita tahu wilayah Papua memiliki sumber daya yang cukup besar dan hasilnya banyak digunakan untuk negara ini. Sehingga, pemerintah pusat juga berkomitmen untuk mengembalikan hasil sumber dayanya untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar dia. 

Dengan resmi beroperasinya titik BBM satu harga di Yalimo, diharapkan akan membantu masyarakat menggerakkan roda perekonomian. 

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Yalimo, Yosua Kepnop menyebut, kehadiran SPBU ke-2 di Yalimo sangat membantu kebutuhan BBM bagi masyarakat setempat. 

“Saya minta kepada masyarakat agar memanfaatkan kehadiran BBM satu harga ini secara baik. Jangan ada yang menyalahgunakannya. Tidak boleh ada alasan untuk digunakan memotong kayu, namun kenyataannya dijual,” ujar dia. Yosua juga menyampaikan Kehadiran BBM 1 Harga ini juga telah menurunkan harga semen dari Rp. 650.000,-/sak menjadi Rp. 500.000,-/sak di Distrik Abenaho. 

Yosua juga mengharapkan agar BPH Migas dan Pertamina dapat mempercepat pembukaan SPBU satu harga di Distrik Benawa, mengingat daerah ini menjadi lintasan jalan Trans Papua dari Kota Jayapura, Jayawijaya.

Region Manager Retail Fuel Marketing VIII Fanda Chrismianto dalam sambutannya menyampaikan beroperasinya SPBU Kompak di wilayah Abenaho merupakan wujud komitmen Pertamina agar masyarakat Papua, khususnya di wilayah Kabupaten Yalimo, bisa mendapatkan BBM dengan harga yang sama dengan wilayah lainnya.

“Sebelum adanya SPBU ini, masyarakat Yalimo harus menempuh jarak kurang lebih 180 km untuk mendapatkan BBM dan kalaupun ada di Yalimo, harga premium dan solar bisa mencapai Rp 25.000-Rp 30.000 per liter,” ujar Fanda.

“Dengan diresmikannya SPBU Kompak di Distrik Abenaho maka warga sekitar bisa mendapatkan BBM di wilayahnya sendiri dan menikmati harga yang sama dengan wilayah-wilayah lainnya di Indonesia yakni premium Rp 6.450/liter dan harga solar Rp 5.150/liter”, tambah dia. 

SPBU Kompak ini melayani masyarakat dengan menyediakan BBM jenis premium dan solar dengan kapasitas premium 50 KL dan solar 10 KL yang dipasok dua kali dalam sebulan, serta memiliki fasilitas penyimpanan berupa drum besi dan drum plastik untuk menampung BBM yang disalurkan ke wilayah ini. 

“BBM di Distrik Abenaho dikirim dari titik suplai (supply point) Jobber Timika yang diangkut menggunakan mobil tangki Pertamina kemudian dilanjutkan menggunakan pesawat terbang dan mobil truk dengan waktu tempuh normal hingga 4 jam”, ujar dia.

#bphmigas #bbmsatuharga #bphmigaskawalbbmsatuharga #hilirmigas#energiberkeadilan #servingthearchipelago #fanshurullahasa

TIDAK ADA KOMENTAR