BPH Migas Memonitoring Kondisi Penyediaan Dan Pendistribusian Di Kepulauan Aruri, Kabupaten Supiori Papua

5

Supiori – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama Kementerian Dalam Negeri serta rombongan melakukan pengawasan selama Hari Raya Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 terkait penyediaan serta pendistribusian di wilayah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) yang di Kepuluan Aruri, Kabupaten Supiori, Papua.

Rencananya, pengawasan kondisi penyediaan dan pendistribusian akan dilaksanakan di Kepulauan Aruri, Kabupaten Supiori. Namun, cuaca buruk dan ombak besar menuju Kepulauan Aruri membuat Tim BPH Migas memutuskan hanya melakukan koordinasi dengan pengusaha APMS yang berada di Kepulauan Aruri, dan Pemerintah Kabupaten Supiori di Sorewendiri, Ibukota Kabupaten Supiori.

Untuk kepulauan Aruri baru ada 1 unit APMS Kompak yang baru uji pasar pada tanggal 15 Desember 2017 yang lalu. Meskipun baru beberapa hari uji pasar animo masyarakat kepulauan Aruri sangat besar dengan adanya APMS dan 1 harga BBM, sedankan pasokan BBM yang disediakan Pertamina adalah premium 65000 liter dan Solar 35000 liter, cukup untuk menghadapi Hari Raya Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

Terkait dengan pengusaha APMS yang berada di wilayah 3T, pemerintah dalam hal ini Pertamina dan BPH Migas dapat memberikan kemudahan, dalam hal pemberian ijin, diskon harga dan diberikan reward. Mengingat kondisi alam, tantangan transportasi dan gangguan keamanan sering mereka hadapi. APMS Kompak di kepulauan Aruri diharapkan ikut peresmian Bapak Presiden Jokowi bersama 30 SPBU/APMS di wilayah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal).

Sedangkan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Supiori bersama Wakil Bupati Supiori Onesias Rumere, yang juga dihadiri Ketua dan beberapa anggota DPRD Supiori terungkap bahwa bahwa di kabupaten Supiori ini baru ada 2 unit APMS, 1 unit di Sorowendiri Supiori Timur dan 1 unit di Distrik Korido Supiori Selatan, dengan ketersediaan BBM yang sangat terbatas didrop 3000 liter perhari langsung habis berdampak pada sebahagian masyarakat Supiori belum menikmati subsidi. Di APMS BBM dijual sesuai harga dari Pertamina tapi ditingkat pengecer mereka menjual lebih mahal. Begitu juga minyak tanah sangat terbatas, sedangkan pasokan listrik juga masih sangat tergantung dari kabupaten Biak Numfor. Pemerintah Kabupaten sangat berharap ada perhatian dari pemerintah dalam hal ini Pertamina, BPH Migas dan Kementerian ESDM.

Pemerintah Kabupaten Supiori sangat senang dan berterima kasih dengan dengan adanya kunjungan BPH Migas dan rombongan ke kabupaten Supiori untuk memastikan ketersediaan dan mengawal BBM satu harga di kepulauan Aruri serta kabupaten Supiori dan berharap agar kunjungan seperti ini lebih ditingkatkan dimasa akan datang.

 

Sumber : Indostreetnews