BPH Migas Monitoring Penyediaan dan Pendistribusian BBM di Bandung

    1362

    bandungifanJAKARTA. Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fanshurullah Asa belum lama ini melakukan kunjungan kerja pengawasan ke Bandung, Jawa Barat. Kunjungan kerja tersebut dilakukan dalam rangka monitoring lapangan terhadap penyediaan dan pendistribusian bahan bakar nabati (BBN) sebagai  campuran Jenis BBM Tertentu.

    Monitoring pengawasan penyediaan dan pendistribusian BBN tersebut dilakukan di Depot SPBBM Pertamina Padalarang, Depot SPBBM Ujung Berung. Tidak hanya ke Depot, Fanshurullah juga melakukan kunjungan ke lokasi SPBU Shell.

    Dari hasil monitoring tersebut, Fanshurullah Asa menjelaskan Depot Padalarang telah lebih maju mempersiapkan tahapan yang telah ditetapkan Permen 25 tahun 2013 yakni transportasi PSO 10% dan non PSO 3%. “Saat ini Depot Padalarang dan Depot Ujung Berung telah memberikan campuran fame sebesar 10% kepada PSO dan 10% Non PSO,” jelasnya.

    Meski begitu, menurut Ifan sapaan akrab Fanshurullah Asa, proses pengisian fame harus ditingkatkan segera agar kedepan sudah menggunakan  sistem otomatis, tidak seperti saat ini di Depot Padalarang semi otomatis dan depot Ujung Berung masih manual.

    “Depot Ujung Berung harus memiliki tangki penampung seperti Depot Padalarang, karena saat ini ketersediaan fame di depot Ujung Berung hanya siap dalam 24 jam yang hanya mengandalkan 5 tangki mobil yang beroperasi rutin setiap harinya,” kata Ifan.

    Ditambahkan Ifan, karena masih ada SPBU seperti di lokasi SPBU Shell yang belum menerapkan penggunaan campuran Fame secara sempurna maka perlu dilakukan sosialiasi Permen 25 tahun 2013 kepada seluruh Depot dan SPBU di seluruh wilayah NKRI. Dari 8 dispenser hanya 4 dispenser telah menggunakan campuran fame 5%. Sedangkan 4 dispenser lainnya masih solar murni.

    “Dalam upaya membantu Pemerintah menekan impor solar, perlunya sangsi tegas kepada pelanggar yang tidak menerapkan Permen 25 tahun 2013,” pungkasnya.