BPH Migas Resmikan 3 Titik Penyalur Program BBM Satu Harga

0
26

Kepulauan Sula – Hari Kamis (2/8), Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas), meresmikan 3 Penyalur program BBM 1 Harga, yaitu di Kabupaten Asmat – Papua, Kabupaten Nias-Sumatera Utara dan di Kabupaten Kepulauan Sula-Maluku Utara sebagai lokasi pusat peresmian dimaksud.
Penandatanganan prasasti peresmian ini dilaksanakan oleh Kepala BPH Migas/ M. Fanshurullah Asa, Direktur Infrastruktur Migas/Alimudin Baso, Anggota Komisi VII DPR-RI/ Tjatur Sapto Edy, Bupati Kepulauan Sula/Hendrata Theis, dan Manajer Retail Pertaminan/ Fanda Chrismianto.
Melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 tahun 2016 tentang Percepatan Pemberlakuan Satu Harga Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan secara Nasional memberi Amanah kepada BPH Migas sebagai Badan yang ditugasi untuk mengawal agar Jenis BBM Tertentu dan Jenis BBM khusus penugasan agar dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat di Indonesia dengan harga yang sama.
BBM Satu Harga ini adalah bukti begitu besarnya perhatian Pemerintah terhadap masyarakatnya. Selain itu, dalam implementasi program BBM Satu Harga di Kabupaten Kepulauan Sula, Kabupaten Asmat dan Kabupaten Nias ini, BPH Migas berharap setiap pihak antara lain Pemerintah Daerah, Pengusaha dan PT Pertamina (Persero) dapat bekerjasama dan berkoordinasi dengan baik dalam menciptakan sistem yang dapat memudahkan masyarakat agar mudah mendapatkan BBM secara Adil.
Untuk tahun ini (Tahun 2018) target Penyalur BBM Satu Harga sebanyak 73 penyalur dengan rincian 67 penyalur oleh PT.Pertamina (Persero) dan 6 penyalur oleh PT. AKR Corporindo, TBK. Realisasi sampai hari ini, termasuk Penyalur BBM Satu Harga Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, dan Kabupaten Nias vinsi Maluku Utara, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, dan Kabupaten Nias. Provinsi Sumatera Utara, telah beroperasi 11 Penyalur BBM Satu Harga. Sedangkan pada tahun 2019, ditargetkan 29 Penyalur beroperasi.
Untuk Maluku Utara sendiri, pada tahun 2017 sudah beroperasi 3 Penyalur yaitu Kab. Morotai, Kab. Halmahera Tengah dan Kab. Halmahera Selatan. Pada tahun 2018 ditargetkan akan beroperasi 3 penyalur yaitu Kab. Kepulauan Sula, Kab. Halmahera Barat, dan Kab. Halmahera Timur, untuk tahun 2019 ditargetkan akan beroperasi 1 Penyalur di Kab. Pulau Taliabu.
Kepala BPH Migas/Ifan mengatakan dengan terbangunnya SPBU Kompak Kec. Sulabesi Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara, SPBU Kompak Distrik Fayet, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua dan SPBU Kompak Kec. Gido, Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi di Kab. Kepulauan Sula, Kab. Asmat dan Kab. Nias.
INFORMASI :
1. Titik penyalur kab.Asmat berada di distrik Fayit.
-/+ berpenduduk 94.227 jiwa di Kab. Asmat
Harga sebelum berkisar Rp 20.000,- s.d Rp 40.000,-/liter menjadi Rp 6.450,-/liter
2. Titik Penyalur Kab Sula berada di desa waiboga, sulabesi tengah.
-/+ berpenduduk 132.524 jiwa di Kab Sula.
Harga sebelum Rp 15.000,-/liter menjadi Rp 6.450,-/liter
3. Titik Penyalur di Kab Nias berada di desa Somi, Gido.
-/+ berpenduduk 127.120 jiwa di Kab Nias
Harga sebelum Rp 8.000,-/liter mejadi Rp 6.450,-/liter
Dengan jumlah 353,871 Jiwa di tiga titik lokasi tersebut, berharap menjadikan masyarakat yang lebih sejahtera dalam mewujudkan sila ke 5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Merdeka.

TIDAK ADA KOMENTAR