BPH Migas Ultimatum Bakrie dan Rekind Segera Bangun Pipa Gas

295

Jakarta –  Dilansir dari laman liputan6.com bahwa  Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah mengultimatum PT‎ Bakrie & brothers Tbk dan PT Rekayasa Industri  (Persero) atau Rekind. Dalam ultimatum tersebut, BPH Migas meminta kepada kedua perusahaan tersebut untuk segera membangun ruas pipa yang telah dimenangkan.

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengatakan, ‎BPH Migas telah memanggil petinggi Bakrie & brothers dan Rekind. BPH Migas juga telah memberikan catatan kepada dua perusahaan tersebut.

“Bakrie dan ‎Rekayasa Industri itu sudah dipanggil BPH Migas beberapa kali dan keduanya sudah kami buatkan notulen,” kata Fanshurullah, di Jakarta, Rabu (10/1/2018).

Fanshurullah mengungkapkan, Bakrie & Brothers memenangkan lelang pembangunan ruas pipa Kalimantan ‎- Jawa (Kalija) pada 2006. Tapi sampai saat ini, perusahaan tersebut belum juga memulai pembangunan pipa yang telah dimenangkan tersebut.

BPH Migas pun meminta Bakrie & Brothers berkomitmen memulai pembangunan ruas yang terbentang sepanjang 1.115 kilometer (km), dari Bontang Kalimantan Timur sampai Jawa Tengah pada tahun ini.

“Bakrie itu sudah kami panggil beberapa kali. Kami minta untuk memberikan komitmen pada 2018 ini bisa segera dibangun,” kata Fanshurullah.

Dia melanjutkan, sedangkan Rekayasa Industri telah memenangkan lelang pembangunanan ruas pipa Cirebon-Semarang sepanjan 235 km. BUMN tersebut juga telah mendapat ultimatu‎m dari BPH Migas untuk segera memulai pembangunan ruas pipa tersebut.

“Rekind sudah kami ultimatum dan sudah sepakat bulan Juli akan groundbreaking,” tutur Fanshurullah.

Jika sampai Juli 2018 ultimatum yang dikeluarkan BPH Migas tidak dilaksanakan, maka lembaga tersebut akan mencabut hak pemenang lelang dan proyek pembangunan pipa gas tersebut akan dilelang ulang.

“Jadi kalau seandainya Juli 2018 Rekind tidak melaksanakan itu, maka BPH Migas melalui sidang komite bisa melakukan mencabut itu melelang ulang atau menunjuk badan usaha lainnya,” ujarnya.

BPH Migas akan melelang pembangunan tiga ruas pipa gas bumi dengan total panjang 1.667 kilo meter (km) pada 2018.

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengatakan, ‎dalam rencana induk jaringan, transmisi dan distribusi gas nasional, ditetapkan pembangunan pipa gas di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Pada 2018, BPH Migas akan melelang tiga ruas pipa.

‎”BPH Migas di tahun 2018 ini akan mencoba melelang akan ada 3 ruas pipa,” kata Fanshurullah, di Kantor Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Selasa (9/1/2018).

Tiga ruas pipa tersebut adalah Natua-Kalimantan Barat‎ sepanjang 487 km melalui laut dengan nilai investasi sekitar US$ 565 juta, Kalimantan Barat-Kalimantan Tengah sepanjang 1018 km dengan nilai investasi sekitar US$ 516,4 juta dan Kalimantan Tengah – Kalimantan Selatan sepanjang 162 km dengan nilai investasi sekitar US$ 97 juta

‎”Total semua US$ 1,25 miliar.‎ Ini cukup besar untuk hilir. Kita lebih prioritas pipanisasi gasnya,” ujar Fanshurullah.

‎Jika sudah tersambung, ruas pipa tersebut akan terhubung dengan jaringan pipa gas bumi dari Natuna ke Kalimantan, kemudian ke Pulau Jawa melalui pipa Kalimantan-Jawa (Kalija). Nantinya Sumatera, Jawa dan Kalimantan akan terhubung dengan jaringan pipa gas.

“Ini nanti pipa ketemu pipa Kalija yang dari bontang masuk ke Kalimantan masuk ke Jawa Tengah, jadi nanti semua pipa terintegrasi masuk ke Nantuna, ke Batam, Batam masuk ke wilayah sumatera jadi dalam satu lingkaran 360 drajat,” ujar dia.

Fanshurullah menuturkan, pembangunan pipa ini merupakan salah satu langkah antisipasi penyedian energi, jika rencana pemerintah ‎memindahkan ibu kota Indonesia ke Palangkaraya Kalimantan Tengah benar diwujudkan.

 

sumber : http://bisnis.liputan6.com/read/3221053/bph-migas-ultimatum-bakrie-dan-rekind-segera-bangun-pipa-gas