Lakukan Monitoring, BPH Migas Pastikan Stok Natal Dan Tahun Baru Aman

0
40

Bali – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengklaim tak ada kendala penyaluran bahan bakar minyak (BBM) Satu Harga, khususnya di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Terlebih lagi menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, BPH Migas memastikan stok bahan bakar relatif aman.

Salah satunya, di Stasiun Pengisian Bahan Bakar 56.807.09 di Br Nyuh Desa Penida , Kamis (21/12/2017) Tim BPH Migas, Komisi VII DPR RI, Kementrian Dalam Negeri, mengawasi penyaluran dan ketersediaan BBM di kecamatan Nusa Penida Klungkung, Bali.

“Monitoring ini dilakukan untuk memastikan BBM Satu Harga sudah mencukupi, khususnya untuk melayani kebutuhan masyarakat dan para nelayan sebelum dan sesudah Natal”, dijelaskan oleh Josef Gustav Parmonangan , anggota tim BPH Migas, saat berkunjung ke lokasi.

Dalam kunjungan itu, tim BPH Migas juga didampingi dua staf ahli anggota Komisi VII DPR RI, yaitu yerri dan Titi serta anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi energi, yaitu H. Ikhwani Datu Adam, SE.
“Ini bentuk pengawasan yang baik agar penyaluran BBM di berbagai daerah benar-benar dinikmati masyarakat. Artinya, mereka bisa mendapatkan pasokan BBM. Ini hal yang baik”, kata Ikhwan secara langsung

Selain di Nusa Penida, Klungkung, Bali, Tim BPH Migas juga melakukan monitoring BBM, Pra dan Pasca Natal secara serentak di beberapa daerah lainnya, seperti Simanggiris (Nunukan, Kalimantan Utara), Tanjung Palas (Bulungan, Kalimantan Utara), Puring Kencana (Kapuas Hulu, Kalimantan Barat), Sajingan Besar (Sambas, Kalimantan Barat), Karimun Jawa (Jepara, Jawa Tengah), Ra’as (Sumenep, Jawa Timur), Labuhan Badas (Sumbawa)

Daerah selanjutnya adalah Wangi Wangi (Wakatobi, Sulawesi Tenggara), Wamoni Barat (Kepulauan Konawe, Sulawesi Tenggara), Liang (Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah), Melonguane (Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara), Morotai Utara (Maluku Utara), Weda (Halmahera Tengah, Maluku Utara), Moswaren (Sorong Selatan, Papua Barat), dan Supiori (Kepulauan Aruri, Papua).

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo telah mencanangkan program BBM Satu Harga di kawasan timur Indonesia dan daerah 3T. Program ini bertujuan agar tidak ada lagi disparitas tinggi untuk harga BBM, sehingga seluruh rakyat Indonesia dapat menikmatinya dengan tarif yang sama.

Sumber : Indostreetnews

TIDAK ADA KOMENTAR