Plt. MESDM Luhut Panjaitan: Sudah Waktunya Punya SPR

    244

    IMG_3328Jakarta Sampai saat ini Indonesia belum memiliki strategic petroleum reserve (SPR). Yang ada saat ini hanya cadangan operasional. Oleh karena itu, Plt. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut Binsar Panjaitan mendorong agar Indonesia bisa memiliki SPR tersebut.

    “Ini akan saya kejar. Sudah waktunya kita bisa memiliki strategic petroleum reserve. Tinggal nanti bagaimana modelnya. Kita juga minta masukan model seperti apa yang baik,” ujar Luhut saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (1/9/2016).

    Memang dibutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk pembangunan SPR tersebut. Untuk cadangan 30 hari saja dibutuhkan sekitar Rp 35 triliun. Sehingga terpikir olehnya kenapa tidak dikontrakin atau tender supaya pemerintah tidak mengeluarkan uang, jadi hanya menyiapkan cadangan operasional.

    “Ini sedang kami kaji. Bisa saja kita tender perusahaan-perusahaan besar untuk menyiapkan 30 atau 35 hari cadangan strategis kita. Dengan begitu tidak ada negara atau trader yang bisa mendikte kita lagi dan bisa menempatkan kita pada posisi yang lebih bagus,” ujar Luhut.

    Terkait dengan hal ini, komisi VII DPR RI meminta kepada Kementerian ESDM untuk segera menyusun roadmap pembangunan SPR.

    “Komisi VII DPR RI meminta Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral untuk mulai menyusun roadmap pembangunan SPR dan melakukan upaya-upaya peningkatan cadangan operasional bahan bakar minyak dengan melibatkan stakeholder dalam bentuk kerjasama antara PT Pertamina (Persero) dengan perusahaan swasta nasional,” ujar Wakil Ketua Komisi VII  Mulyadi, selaku pimpinan rapat.

    Hadir dalam rapat kerja tersebut mendampingi Plt. Menteri ESDM Luhut Binsar Panjaitan diantaranya Sekjen ESDM, Dirjen  Migas, Dirjen Ketenagalistrikan, Dirjen EBTKE, Kepala BPH Migas, Kepala SKK Migas, Dirut PT Pertamina (Persero) juga Dirut PT PLN (Persero).