Setelah Bengkayang, BPH Migas Resmikan Penyalur BBM Satu Harga Milik PT. AKR Corporindo.Tbk di Batang Tarang

52

Batang Tarang, Kalimantan Barat– Komite BPH Migas, Ir. Hendry Ahmad, MT, Muhammad Ibnu Fajar, ST bersama dengan Anggota Komisi VII DPR RI,  Khaterine Angela Oendoen, Sekretaris Direktorat Jenderal Migas, Susyanto, Komisaris Independen AKR, I Nyoman Mastra, Direktur AKR, Nery Polim, beserta Anggota DPRD, Kepala Dinas PMPTSP, Camat Kecamatan Balai, Kapolsek SOSOK POLRES Sanggau, Danramil Balai Batang Tarang, dan Danramil Sosok meresmikan Penyalur BBM Satu Harga Milik PT. AKR Corporindo Tbk (SPKB AKR Batang Tarang) pada tanggal 9 November 2017.

SPBKB 20.3.1.014 Batang Tarang ini merupakan Penyalur BBM Satu Harga ke- 29 dan SPBKB/SPBU ke- 2 dari 9 SPBKB/SPBU yang PT. AKR Corporindo Tbk rencakan pada Program BBM Satu Harga yang dicanangkan oleh Presiden RI. SPBKB 20.3.1.014 memiliki kapasitas storage sebesar 2 x 20 KL dengan mendapatkan pasokan BBM dari TBBM AKR Wajok yang berjarak kurang lebih 133 KM. SPBKB ini dibangun untuk dapat melayani masyarakat sekitar Batang Tarang dengan 2 produk utama, antara lain AKRA 92 yang dipatok dengan harga Rp. 7.950/liter dan Bio Solar Rp. 5.150/liter.

Ditemui pada acara peresmian BBM Satu Harga di Batang Tarang, Komite BPH Migas, Muhammad Ibnu Fajar, ST menuturkan “BBM Satu harga ini adalah bukti Negara hadir kepada masyarakat, dimana Program BBM Satu Harga ini adalah sebuah keniscayaan yang harus diwujudkan atas nama keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Penyalur BBM Satu Harga ini harus dijaga betul agar penyalurannya tepat kepada masyarakat yang memang berhak untuk mendapatkan”.

Pada kesempatan yang sama, Katherine A Oendoe, Anggota Komisi VII DPR RI mengatakan “bahwa dengan resminya lembaga penyalur bbm yang menjual dengan harga yang sama dengan seluruh wilayah NKRI, maka diharapkan akan mendongkrak perekonomian warga sekitar Batang Tarang”.
Disinggung masalah investasi pada bidang Hilir BBM, Katherine menambahkan bahwa untuk membangun 1 SPBU dibutuhkan investasi sekitar 5 Milyar Rupiah, namun ada hal yang paling penting adalah Penyaluran BBM Satu Harga ini bukan masalah untung dan rugi, namun ini adalah masalah keadilan bagi masyarakat di seluruh wilayah NKRI, khususnya masyarakat di wilayah sekitar Batang Tarang.