Sinergi BPH Migas Dan Komisi VII DPR RI Amankan Stok BBM Jalur Pantura

35

Semarang – Badan Pengatur Hilir Migas bersama PT.Pertamina, Kementerian Dalam Negeri, Anggota Komisi VII DPR RI Bapak Mukhtar Tompo dari F-Hanura dan BAPPENAS melakukan pengawasan selama libur Hari Raya Natal 2017 dan Tahun Baru. Pengawasan ini terkait penyediaan serta pendistribusian penyalur BBM wilayah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) di salah satu wilayah Pertamina MOR IV yaitu Pulau Karimun Jawa, Jepara, Jawa Tengah. Rencananya, pengawasan kondisi ketersediaan dan pendistribusian ini akan dilaksanakan di Pulau Karimun Jawa. Namun, cuaca buruk di perairan tersebut membuat Tim Pengawas tidak diperkenankan Syahbandar menyeberangi laut Karimun Jawa, maka Tim Pengawas Posko Natal dan Tahun Baru melanjutkan dengan pemantauan langsung pada beberapa titik SPBU sepanjang jalur Pantura antara Semarang-Jepara. Kendati batal, keseriusan pemerintah dalam menjamin ketersediaan dan pendistribusian BBM terlihat dari langkah antisipatif terkait pengaturan dan pengiriman stok BBM di Jawa Tengah, selama libur akhir tahun ini berlangsung. Tim Pengawas BPH Migas untuk titik pantau Pulau Karimun Jawa. Saat ditemui di lapangan menjelaskan berbagai antisipasi dampak kekurangan pasokan BBM di Pulau Karimun Jawa mengingat sulitnya akses untuk memenuhi pasokan. Namun melalui laporan PT. Pertamina MOR IV, bahwa sejauh ini ketersediaan dan distribusi BBM di Pulau Karimun Jawa relatif aman berjalan normal dan terkendali, kendati cuaca sedang buruk. “Di MOR IV secara umum alhamdulillah sudah diantisipasi, mulai dari ketersediaan stok BBM di TBBM, pemenuhan stok seluruh produk di SPBU dan beberapa antisipasi lainnya termasuk koordinasi intens dengan aparat”, ujar Edwin Shabriy Sales Eksekutif Ritel Pertamina MOR IV. Sedangkan pada saat konferensi pers Posko Libur Natal dan Tahun Baru, BPH Migas menyampaikan koordinasi efektif dengan sejumlah pihak di antaranya Direktorat Jenderal Migas, PT. PLN (Persero), PT. Pertamina (Persero), AKR Corporindo, PT Perusahaan Gas Negara (Persero), BMKG dan Pertagas Niaga berjalan lancar. Demi menjamin stok BBM dan kenyamanan masyarakat selama libur akhir tahun ini. Melalui press rilis secara Nasional BPH Migas menjelaskan, puncak konsumsi BBM diprediksi akan terjadi pada 23 Desember 2017 dengan volume 114.876 kilo liter (KL), naik 26,3% dibandingkan konsumsi normalnya. Sementara itu puncak konsumsi BBM Solar diprediksi 44.456 kilo liter (KL) atau naik 16,4% dibandingkan konsumsi normal. BPH Migas juga menjamin ketersediaan BBM secara nasional selama arus libur Natal dan Tahun Baru relatif aman. 

 

Sumber : Indostreetnews