Upaya PT Pertamina Agar Realisasi Penyaluran BBM PSO Tidak melampaui Kuota APBN Penyesuaian 2014

    503

    kbJakarta – PT Pertamina (Persero) yang mendapat penugasan dari Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) mendistribusikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebesar 47.355.000 kiloliter (KL) terus berupaya supaya BBM PSO tidak melampaui kuota APBN Penyesuaian tahun 2014.

    Diungkapkan Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Hanung Budya dalam surat yang dikirimkan ke BPH Migas pada tanggal 20 Mei 2014, dengan nomor surat 113/F00000/2014-S3, ada beberapa upaya yang telah dilakukan PT Pertamina (Persero) untuk meminimalisir realisasi penyaluran BBM PSO supaya tidak melalmpaui kuota APBN Penyesuaian tahun 2014.

    Pertama melakukan koordinasi intensif dan monitoring pelaksanaan konversi minyak tanah PSO ke LPG KG dan memastikan proses penarikan minyak tanah PSO telah dilaksanakan sesuai tahapan konversi untuk menghindari over kuota Kerosine serta memperbanyak outlet yang menjual BBM Non Subsidi sesuai amanat Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 01 tahun 2013.

    Kemudian memperluas jangkauan pemasaran Pertamina Dex dengan memproduksi Pertamina Dex di Kilang Balikpapan dan Dumai untuk menjangkau wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi dan berusaha meningkatkan penjualan Pertamax Series di SPBU melalui berbagai program promosi.

    Selain itu, tambah Hanung dalam surat tersebut, Pertamina juga terus berkoordinasi dengan Pemda serta Kepolisian di seluruh wilayah pemasaran Pertamina terkait pemberian surat rekomendasi pembelian BBM melalui jerigen, pemberian izin kepada pengecer,dan penerbitan pengecer  serta spekulan yang tidak memiliki izin.

    Terkhir memastikan teknologi berbasis Radio-frequency identification (RFID) sebagai instrumen untuk melaksanakan monitoring dan pengendalian BBM PSO dapat terlaksana sesuai rencana.