Antisipasi Kemacetan Saat Mudik, Pertamina Siapkan BBM Kemasan Kaleng

    739

    BBM kemasanJakarta Mudik ke kampung halaman merupakan hal rutin yang dilakoni banyak orang saat menjelang Hari Raya Idul fitri. Kemacetan-kemacetan dijalur mudik pun kerap tidak bisa dihindari bagi mereka yang melakukan mudik. Ini tentu akan berdampak pada konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM).

    Bagi masyarakat yang khawatir kehabisan BBM saat berada dalam kemacetan panjang di jalur mudik, kini tidak perlu khawatir lagi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, PT Pertamina (Persero) telah menyiapkan BBM kemasan kaleng.

    “Selain SPBU kantong, Pertamina juga menyiapkan BBM kemasan kaleng jenis Pertamax, Pertamax Plus dan DEX. Armada seperti sepeda dan sepeda motor juga disiapkan untuk mengantara BBM kemasan tersebut. Untuk ukuran ada yang 5 liter, 2 liter dan 1 liter,” ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Ahmad Bambang, Jumat (24/06/2016) di Terminal BBM Cikampek.

    Diuraikan Bambang, secara umum pihaknya sudah mulai menata stok sebelum bulan puasa. Untuk bensin Premium stok dinaikan ke level 18 sampai 19 hari. Sementara untuk soalr yang biasanya bermain diangka 23 hari menjadi 28 hari.

    “Kita juga sudah antisipasi dengan membuat tim satgas yang berjalan mulai tanggal 21 Juni selama sebulan sampai 21 Juli 2016 dengan langkah langkah yang sudah dilakukan sama seperti tahun sebelumnya. Namun ada beberapa tambahan terkait dengan banyaknya produk yang harus kita siapkan. Kalau dulu kita konsentrasi hanya pada Premium dan solar serta LPG 3 kilo, sekarang kita tambah lagi dengan Pertamax dan Pertalite yang demand-nya besar,” pungkasnya.

    Pada kesempatan yang sama, Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Ibrahim Hasyim, mengungkapkan untuk memastikan ketersediaan BBM, pihaknya telah memantau beberapa wilayah di Indonesia. Menurutnya, meskipun sudah setiap tahun tentu akan ada perubahan kelakuan di tiap-tiap daerah.

    “Itu yang kita pantau supaya penyediaan pada tahun-tahun mendatang terus menjadi lebih baik. Adanya ruas tol-tol baru membuat behavior dari lalu lintas ada yang berubah dan hal itu harus bisa diantisipasi,” ujar Ibrahim.