Bangun Market BBM Dalam Negeri, Indonesia Bisa Punya MOFI

718

tempo1Jakarta — Sampai saat ini Indonesia masih impor Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Dalam kondisi nilai tukar rupiah yang begitu tinggi seperti sekarang, tentu memiliki dampak signifikan. Lantas bagaimana supaya Indonesia tidak lagi tergantung pada impor?

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Sommeng mengatakan Indonesia sebagai pasar yang besar ada baiknya market minyak itu di bawa ke dalam negeri.

“Pedagang-pedagang seharusnya membawa minyak itu masuk ke Indonesia. Nanti ada perdagangan berjangka. Sehingga investor bisa membangun storage di Indonesia. Kenapa bangun storage, karena ada pedagang yang datang yang mau menitipkan minyaknya,” kata Kepala BPHMigas, Senin (21/09/2015) di Jakarta.

Menurutnya, dengan adanya market di dalam negeri tentunya akan ada index harga minyak Indonesia sebagai hubdi Asean. Pada akhirnya Indonesia pun memiliki MOFI (Middle Oil Flat Indonesia).

“Indonesia harus seperti itu. Masa kita tergantung sama Singapura terus. Padahal kita pasar yang besar. Kalau kita mau menjadi leader didalam pasar minyak Indonesia, kita seharusnya membangun banyak storage. Sehingga pedagang akan banyak yang masuk ke Indonesia. Setelah itu kita mikir harus bangun kilang untuk men-supplypara pedagang. Singapura juga seperti itu,” jelas Andy.