BBM Satu Harga Diresmikan di Banggai Laut Provinsi Sulawesi Tengah dan Lanny Jaya Provinsi Papua

    0
    98

    Banggai Laut – Komite BPH Migas, M Lobo Balia bersama dengan Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM, Harya Adityawarman, GM MOR VII PT Pertamina (Persero) Tengku Fernanda, Bupati Banggai Laut H. Wenny Bukamo, jajaran TNI dan POLRI, serta tokoh masyarakat Kabupaten Banggai Laut meresmikan  Lembaga Penyalur BBM Satu Harga (SPBU 74.948.01) di Kabupaten Banggai Laut, Provinsi Sulawesi Tengah pada tanggal 18 April 2018. Selain peresmian Penyalur BBM Satu Harga di Banggai, secara simbolik pada kegiatan ini juga turut meresmikan Penyalur BBM Satu Harga di Distrik Prime, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua.

    SPBU 74.948.01 yang bertempat di Desa Timbong, Kecamatan Banggai Tengah, Kabupaten Banggai Laut, Provinsi Sulawesi Tengah menyalurkan Jenis BBM Premium dan Solar bagi masyarakat sekitar dengan kapasitas sebesar 15 KL untuk jenis BBM Premium dan 15 KL untuk jenis BBM Solar dengan berjarak 5 KM dari SPBU existing yang lebih dahulu beroperasi di kecamatan yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan estimasi 40 KL Premium dan 10 Kl Solar di Kabupaten Banggai Laut.

    Sedangkan Penyalur BBM Satu Harga yang juga diresmikan pada kesempatan ini, yaitu di Lanny Jaya (SPBU Kompak 86.955.15) yang terletak di Distrik Prime memiliki kapasitas sebesar 30 KL untuk jenis BBM Premium dan 10 KL untuk jenis BBM Solar yang disupply dari TBBM Jayapura yang berjarak kurang lebih 123 KM dengan menggunakan jalur darat dan 152 Mil menggunakan jalur udara yang melayani konsumen untuk keperluan transportasi, baik transportasi lokal maupun antar Kabupaten. Dengan beroperasinya Penyalur BBM Satu Harga di Lanny Jaya, maka masyarakat sekitar kini dapat menikmati BBM dengan harga yang sama dengan Pulau Jawa, yaitu Rp. 6450/liter untuk Jenis Premium dan Rp. 5150/liter untuk Jenis Solar yang sebelumnya masyarakat harus merogoh koceknya sekitar Rp. 20.000 s.d. Rp. 40.000 untuk satu liter bensin.

    Ditemui di lokasi peresmian, Komite BPH Migas, M Lobo Balia mengatakan dalam sambutannya “ Pembangunan penyalur/SPBU di wilayah 3T (terluar, terdepan dan tertinggal) ini bukan merupakan hal yang mudah mengingat lokasi geografis dan ongkos angkut yang tinggi sehingga perlu dipastikan tepat sasaran peruntukkannya. Oleh karena itu perlu ada pengawasan dan monitoring dari Pemerintah daerah dan Aparat agar Penyaluran BBM Satu Harga ini tepat sasaran. Pemerintah Daerah, Badan Usaha maupun Masyarakat dapat melaporkan adanya dugaan- dugaan tindakan dalam penyalahgunaan penyediaan dan pendistribusian BBM yang terjadi di lapangan kepada BPH Migas ataupun Instansi yang berwenang lainnya. Selanjutnya dari laporan tersebut, kami akan melakukan pengumpulan bahan dan keterangan yang akan kami analisa dan lanjutkan ke proses berikutnya.

    SPBU Regular Banggai Laut dan SPBU Kompak Lanny Jaya berturut-turut adalah SPBU ke-3 dan ke-4 yang telah beroperasi dari rencana 67 lembaga penyalur program BBM Satu Harga yang akan didirikan oleh PT Pertamina (Persero) di tahun 2018. Untuk wilayah Sulawesi sendiri setelah Kabupaten Banggai Laut akan ada 5 kabupaten lain yang didirikan lembaga penyalur BBM, yaitu Sigi, Gorontalo Utara, Konawe Kepulauan, Kepulauan Sitaro, dan Kepulauan Talaud.

    Bupati Banggai Laut, H. Wenny Bukamo mengatakan “Warga Banggai Laut merasa sangat bersyukur atas kehadiran SPBU di sini sehingga masyarakat dapat menikmati BBM Premium dan Solar yang sebelumnya di pengecer dibanderol dengan kisaran harga Rp 15.000 hingga Rp 30.000 per liter namun sekarang hadir dengan harga Rp 6.450/liter untuk Premium dan Solar seharga Rp 5.150,-/liter. Tentunya hal ini akan meringankan beban masyarakat yang selama ini kesulitan dalam membeli BBM”.

    “Banggai Laut adalah daerah kepulauan. Panjang jalan di Banggai Laut sekitar 400 km dan hanya seperempatnya yang beraspal. Adanya SPBU Regular ini diharapkan akan mendorong kemajuan sektor transportasi dan mendukung perkembangan sektor perikanan, sehingga akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Banggai Laut,” tambah Wenny.

    Perlu kita ingat bahwa Program BBM Satu Harga adalah perhatian Pemerintah bagi masyarakat di lokasi 3T yang terbangun dari pengamalan sila ke-5 Pancasila, yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia yang khususnya keadial dibidang ketersediaan dan harga BBM.

    TIDAK ADA KOMENTAR