BPH Migas Berhasil Kumpulkan Rp. 1 Triliun Lebih Iuran dari Badan Usaha

    1027

    logo-2Jakarta — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) berhasil mengumpulkan Rp. 1 triliun lebih dari Iuran Badan Usaha yang memiliki Izin Usaha Niaga Umum dan Izin Usaha Niaga Terbatas BBM, Izin Usaha Niaga Gas Bumi melalui Pipa, serta Izin Usaha Pengangkutan Gas bumi melalui Pipa. Iuran tersebut langsung disetorkan ke kas negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

    Komite BPH Migas Ibrahim Hasyim, yang memberikan sambutan saat syukuran capaian iuran Badan Usaha yang mencapai angka lebih dari Rp 1 triliun tersebut mengatakan hal ini adalah salah satu bentuk dari capaian kinerja BPH Migas yang semakin meningkat, namun masih ada hal yang harus terus dikerjakan.

    “Khusus hari ini kita bersyukur karena target telah mencapai Rp. 1 triliun lebih. Marilah kita mensyukuri ini semua seraya berterima kasih kepada Allah SWT yang telah memberi kita jalan yang baik sehingga target-target yang ditetapkan bisa kita capai,” kata Ibrahim.

    Diuraikan Ibrahim, pada awal menjadi Komite BPH Migas, dimana saat itu Darmin Nasution masih menjabat sebagai Dirjen Pajak menyampaikan pertanyaan kepada BPH Migas, kenapa setelah pemberlakuan UU nomor 22 tahu  2001, dimana pasar dibuka, pajak penerimaan negara justru menurun.

    “Pertanyaan tersebut menjadi motivasi BPH Migas untuk terus bekerja keras untuk mengejar yang hilang itu (Penerimaan Negara Bukan Pajak),”pungkas Ibrahim, Rabu (24/12/2014) di Aula Gedung BPH Migas, Jakarta.

    Sebelumnya Sekretaris BPH Migas, Umi Asngadah mengatakan data per 3 Desember 2014, besaran Iuran Badan Usaha yang sudah disetorkan ke Kas Negara telah mencapai Rp.962.573.357.102,-. Bahkan diprediksi akan mencapai lebih dari Rp.1 triliun diakhir  tahun 2014.

    “Alhamdulillah saat ini sudah terkumpul Rp. 1 triliun lebih dari Iuran Badan Usaha yang dikumpulkan BPH Migas,” kata Umi Asngadah.

    Hadir dalam acara tersebut Komite BPH Migas Fahmi Harsandono, Sumihar Panjaitan, Saryono Hadiwidjoyo, Karseno, Pejabat Eselon III dan IV serta seluruh pegawai BPH Migas.