BPH Migas dan Komisi VII DPR RI Kunker ke Surabaya

0
764

mihar1JAKARTA. Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Sumihar Panjaitan mendampingi Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke Surabaya, Minggu (20/7).

Maksud kunjungan Spesifik tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat yang dipimpin oleh Zainudin Amali, adalah dalam rangka ingin mengetahui sampai sejauh mana kesiapan Pertamina dalam menghadapi Hari Raya Idhul Fitri 1435H akan kebutuhan energi terutama BBM, gas dan listrik.

Walaupun secara keseluruhan hal ini bukan merupakan sesuatu yang baru karena sudah menjadi rutin setiap tahun dan akan terjadi peningkatan penggunaan BBM pada saat moment-moment tertentu khususnya lebaran. “Namun demikian yang paling utama kepentingan masyarakat akan kebutuhan energi harus terpenuhi,” ujar Zainudin Amali.

Paparan GM Pertamina MOR V, Giri Santoso di Ruang Rapat Kantor Terminal BBM Tanjung Perak, pihaknya sudah mengantisipasi kesiapan Idul Fitri 1435H mulai dari H-10 sampai H+10. “Bahkan kami sudah mengantisipasi dengan kantong-kantong BBM pada jalur mudik yang dianggap rawan” ujar Giri Santoso.

Ditempat yang sama Sumihar Panjaitan mengungkapkan dengan adanya penurunan kuota BBM tahun 2014 yang semula 48 juta KL menjadi 46 juta KL, hal ini perlu pembagian ulang untuk menetapkan kuota masing-masing daerah Kabupatan/Kota. Komite BPH Migas telah melakukan Sidang Komite pada hari Jum’at tanggal 18 Juli 2014 untuk menetapkan kuota tersebut yang telah disetujui oleh Presiden.

Untuk Pertamina, premium mengalami penurunan dari 32,46 juta KL menjadi 29,43 juta kl atau turun sebesar 9,33%. Minyak solar mengalami kenaikan dari 14,64 juta kl menjadi 15,67 juta kl atau naik 7,29%. Sedangkan minyak tanah tidak mengalami perubahan yaitu sebesar 0,9 juta KL (tidak termasuk Pendamping PT AKR Corporindo dan PT Surya Parna Niaga).

Sebagai gambaran, realisasi konsumsi BBM bersubsidi di Provinsi Jawa Timur periode Januari sampai dengan Juni 2014, premium sebesar 2.010.139 liter dari kuota sebesar 3.934.866 liter. Sedangkan Minyak Solar sudah mencapai 1.033.712 liter dari kuota sebesar 1.963.056 liter.

TIDAK ADA KOMENTAR