BPH Migas menjadi Delegasi RI pada United Nations Climate Change Conference di Bonn Jerman

    52

    Bonn, Jerman – Kepala BPH Migas, M Fanshurullah Asa bersama dengan 2 Anggota Komite BPH Migas, Saryono Hadiwidjoyo dan Sumihar Panjaitan menjadi delegasi RI dalam menghadiri United Nations Climate Change Conference (UNCCC) di Bonn, Jerman, pada 6 – 17 November 2017

    Adapun agenda utama dari UNCCC ini adalah COP-23 (Conference of the Parties ke 23 ) untuk UNFCCC , CMP-13 tentang Kyoto Protocol dan CMA 1.2 tentang Paris Agreement. Seperti kita ketahui bahwa Indonesia sudah resmi menjadi negara pihak UNFCC sejak tahun 1994 dan telah meratifikasi Perjanjian Paris melalui UU No.16 tahun 2016.

    Data per 4 November 2017 menyebutkan bahwa terdapat 74 Negara yg menyumbang 58,83% emisi gas rumah kaca di tingkat global. Paris Agreement sebagai rezim baru penanganan perubahan iklim periode 2020 – 2050, dimana sampai 20 Sep 2017 terdapat 166 negara yg telah meratifikasi paris agreement. UNFCCC di Bonn, Jerman saat ini difokuskan aksi kolektif merumuskan dan membahas Paris Agreement uuntuk level Modality, Procedure and Guidelines (MPGs).

    Dalam konteks Tugas dan Fungsi BPH Migas terkait ketentuan paris agreement dan ratifikasi di UU RI serta regulasi turunannya adalah target mengurangi penggunaan BBM RON 88 yg sulphur tinggi menuju Euro 4 (RON 95>). Semoga regulasi yg komprehensif, Integratif, konstruktif dan solutif dapat dirumuskan Pemerintah Indonesia terkait aksi global untuk perubahan iklim.

    Pada kesempatan ini, hadir pula Mantan Wakil Presiden USA, Al Gore yang secara khusus menjadi Pembicara utama ke Paviliun Indonesia di acara UNCCC.