BPH Migas Resmikan Pilot Project Sub Penyalur di Kabupaten Kepulauan Selayar

357

 SumiharSelayar — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) hari ini, Rabu (24/08/2016) meresmikan Pilot Project Sub Penyalur di Desa Pati Karya, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Atas terealisasi dan beroperasionalnya Sub Penyalur pertama di Indonesia ini, Bupati Kepulauan Selayar Muh. Basli Ali mengharapkan bisa meningkatkan dan mendekatkan pelayanan Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada masyarakat sehingga mampu mempercepat proses pertumbuhan ekonomi  khususnya di Kabupaten Kepulauan Selayar.

“Dibukanya Sub Penyalur ditingkat desa diharapkan akan mengurangi antrian panjang di APMS dalam kota Benteng, karena masyarakat yang berdomisili di Kecamatan Bontosikuyu yang memiliki 12 desa tidak lagi harus datang ke kota Benteng untuk melakukan pengisian BBM,” ujar Muh. Basli Ali.

Sementara itu Komite BPH Migas Sumihar Panjaitan mengatakan, terkait dengan jaminan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM di wilayah terluar, terdepan dan terpencil, khususnya wilayah kepulauan, BPH Migas telah menerbitkan Peraturan BPH Migas Nomor 6 Tahun 2015 tentang Penyaluran Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu dan Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan pada Daerah yang belum terdapat Penyalur.

“Di dalam Peraturan tersebut, pada intinya mendekatkan ketersediaan BBM dengan konsumen melalui pembangunan infrastruktur oleh sekelompok konsumen pengguna untuk memenuhi kebutuhan BBM dari kelompok tersebut,” ujar Sumihar saat membacakan sambutan kepala BPH Migas Andy Noorsaman Sommeng.

Pilot Project pembangunan Sub Penyalur di Kabupaten Kepulauan Selayar ini merupakan tindaklanjut dari koordinasi BPH Migas, Pemerintah Daerah bersama unsur-unsur MUSPIDA Kabupaten Kepulauan Selayar, PT Pertamina (Persero) dan masyarakat serta pihak terkait lainnya untuk mengimplementasikan Peraturan BPH Migas Nomor 6 Tahun 2015, dalam rangka melengkapi infrastruktur penyaluran BBM disamping APMS yang saat ini ada di Kabupaten Kepulauan Selayar.

“Kami berharap pembangunan Sub Penyalur di Kabupaten Kepulauan Selayar ini dapat dijadikan percontohan bagi daerah lain yang kondisi ketersediaan penyalur BBM hampir sama dengan Kabupaten Kepulauan Selayar,” ujarnya.

Ditambahkan Sumihar, Pilot Project ini dipersiapkan cukup lama yaitu sejak bulan Februari 2016 sampai dengan saat ini, diawali dengan penghapusan PERTAMINI dan menggantikannya dengan Sub Penyalur yang memenuhi kriteria standar teknis dan keamanan serta legalitas,” Jelas Sumihar Pandjaitan.

Direktur BBM BPH Migas mengungkapkan dengan beroperasinya Sub Penyalur ini, pihaknya akan menyiapkan PIC untuk melihat atau memantau perkembangannya apakah terjadi peningkatan kebutuhan BBM. Karena, lanjut Hendry, begitu perekonomian tumbuh peningkatan kebutuhan akan BBM pasti akan naik.

“Ini yang akan kita pantau, sehingga nanti bisa memenuhi kebutuhan BBM ini. Oleh karenanya kami juga sangat berharap kepada Pertamina juga membantu setiap saat untuk menambah alokasi BBM-nya,” ujar Hendry Ahmad.

Pada kesempatan yang sama, Tata Pandaya Manager ritel BBM Pertamina (Persero) mengatakan beroperasinya Sub Penyalur sebagai Pilot Project yang ada di Kabupaten Selayar ini diharapkan akan mempermudah perolehan BBM dan semakin bisa meningkatkan perekonomian sehingga kesejahteraan masyarakat Kabupaten Selayar semakin maju dengan melihat potensi kekayaan alam lautnya.

Dirinya menambahkan, beroperasinya Sub penyalur ini kiranya juga bisa mengurangi antrian yang selalu berada di APMS sehingga nantinya bisa menumbuhkembangkan disetiap desa itu harus ada lembaga Sub Penyalur.

ougy