BPH Migas Terus Kampanyekan Penggunaan BBM Non Subsidi

    1064

    semarangSEMARANG. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terus mengkampanyekan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi kepada masyarakat. Setelah di Jakarta dan Bandung beberapa waktu lalu, hal serupa juga dilaksanakan di SPBU Semarang, Kamis (28/08/2013).

    Melalui kampanye penggunaan BBM non subsidi yang akan dilaksanakan dibeberapa wilayah di Indonesia ini diharapkan dapat menggugah masyarakat, khususnya masyarakat golongan menengah keatas yang masih menggunakan BBM bersubsidi untuk segera beralih menggunakan BBM non subsidi.

    Dari hasil pantauan tempat dilakukan sosialisasi, masih banyak ditemukan kendaraan-kendaraan mewah yang masih menggunakan BBM subsidi untuk kendaraannya. Namun tidak sedikit yang telah menggunakan BBM Non subsidi untuk kendaraan mereka. Salah satunya adalah Widyanto. Menurutnya, dengan mengisi kendaraannya menggunakan Pertamax tarikan mesin menjadi lebih enak.

    “Memang harganya bensin pertamax lebih mahal bila dibandingkan dengan bensin premium. Tapi lebih irit dan tarikan mesin menjadi lebih enak,” katanya.

    Sebagaimana diketahui, Pemerintah melalui Kementerian ESDM telah mengeluarkan peraturan Menteri Nomor 01 tahun 2013 tentang larangan penggunaan BBM bersubsidi bagi kendaraan Dinas milik Pemerintah, TNI, Polri, BUMN dan BUMD juga kendaraan yang dipergunakan untuk mengangkut hasil kegiatan pertambangan dan perkebunan.

    Atas dasar inilah, BPH Migas melakukan kampanye penggunaan BBM non subsidi kepada masyarakat golongan menengah keatas yang masih mengisi kendaraan mereka dengan BBM bersubsidi yang notabene untuk kalangan/masyarakat tidak mampu. Selain di Jakarta, Bandung, dan Semarang, kampanye semacam ini juga akan dilakukan dibeberapa SPBU di kota lainnya seperti Solo, Yogyakarta, Surabaya, dan Bali.