Cadangan BBM Nasional Indonesia, Masih Jauh Panggang Dari Api

    158

    sumihar11Surabaya — Indonesia belum bisa memiliki cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional. Sampai saat ini yang dimiliki Indonesia hanya cadangan operasional 18 sampai 21 hari milik Badan Usaha yaitu PT Pertamina (Persero).

    Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Sumihar Panjaitan menyatakan terkait dengan keinginan terealisasinya cadangan BBM nasional itu harus didukung oleh goodwill-nya pemerintah. Selama tidak adagoodwill dari pemerintah akan sulit cadangan BBM nasioanal terealisasi.

    “Selama tidak ada goodwill dari pemerintah, infrastruktur cadangan BBM nasional seperti jauh panggang dari api. Sulit untuk terealisasi,” kata Sumihar saat diwawancarai disela kunjungan kerja mendampingi Komisi VII DPR RI, Selasa (9/12/2014) di Surabaya.

    Diakui Sumihar, memang dibutuhkan anggaran yang cukup besar untuk bisa membangun infrastruktur cadangan BBM nasional. Sehari saja, lanjut Sumihar diperkirakan dibutuhkan anggaran sekurang – kurangnya Rp. 1 triliun untuk satu hari cadangan BBM nasional.

    “Kalau misalkan pemerintah Indonesia ingin memiliki cadangan BBM nasional 20 hari, berarti Rp. 1 triliun dikalihkan 20 hari. Sekarang mungkin sekitar Rp. 1,2 sampai Rp. 1,5 triliun per hari,” ujar Sumihar.

    Mengenai dari mana sebaiknya sumber anggaran pembangunan infrastruktur cadangan tersebut, Sumihar mengungkapkan sebenarnya merupakan tugas pemerintah, namun bisa di sharing dengan Badan Usaha. Namun berapa besaran persentasenya masing-masing harus diatur. “Berapa persen pemerintah dan berapa persen untuk swasta,” pungkas Sumihar.

    Saat dikonfirmasi berapa ideal cadangan BBM nasional, Sumihar mengungkapkan tergantung dari goodwillpemerintah. Dirinya mengatakan kalau bisa minimal 60 hari.