Hadiri Dies Natalies ke-50 STEM AKAMIGAS, Ibrahim Hasyim Beri Orasi Ilmiah

    103

    WhatsApp Image 2016-10-24 at 12.44.03Jakarta — Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Dr. Ibrahim Hasyim berkesempatan menyampaikan orasi ilmiah pada Sidang Terbuka Dies Natalies ke-50 Sekolah Tinggi dan Energi Mineral (STEM) AKAMIGAS di Cepu, Senin (24/10/2016).

    “Sedianya yang akan memberi orasi ilmiah pada Dies Natalies ke-50 STEM AKAMIGAS adalah Bapak Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. Namun tadi malam, mendadak harus kembali ke Jakarta dan saya diminta menggantikanya,” katanya.

    Dalam orasi ilmiahnya yang mengangkat tema “perkembangan migas dunia dan nasional” Ibrahim yang juga sebagai Ketua Umum Ilugas (ikatan alumni Akademi Migas) mengatakan, beberapa hal diantaranya mengenai penguasaan cadangan minyak dunia saat ini telah bergeser dari international oil company (IOC) ke national oil company (NOC). Menurutnya, ini tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui proses belajar yang cukup panjang.

    Selanjutnya pemanfaatan energi berbasis gas kedepan harus lebih dikedepankan mengingat persediaan cadangan minyak bumi yang saat ini sudah semakin menipis. Diakuinya, untuk menuju pada pengaturan gas yang mapan memang harus melalui proses berliku tidak sekali jadi, seperti yang saat ini sedang ramai-ramainya dibicarakan, yakni mengenai soal harga gas.

    Menurutnya, masa depan industri Migas Nasional ada ditangan para pemangku kepentingan, diantaranya adalah para lulusan STEM AKAMIGAS. Kesuksesan para alumni dimasa-masa awal pembangungan industri minyak nasional itu berpijak pada 4 pilar, yaitu pemberian ilmu dasar dari dosen-dosen terbaik, selanjutnya pemberian ilmu terapan oleh praktisi terbaik serta latihan kewiraan dalam mencintai tanah air dan pemupukan serta penerapan disiplin yang tinggi.

    Turut hadir dalam Dies Natalies ke-50 STEM AKAMIGAS Cepu tersebut diantaranya beberapa pejabat Eselon I Kementerian ESDM, SKK Migas, pimpinan Badan Usaha Migas, Pemda, DPR Jawa Tengah, Kabupaten Blora dan Bojonegoro.