Hasil Rapat Kerja Komisi VII DPR RI dengan Plt. Menteri ESDM

290

IMG_3314Jakarta — Hari ini Komisi VII DPR RI menggelar Raker Kerja (Raker) dengan Plt. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) Luhut Binsar Panjaitan. Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Mulyadi.

“Agenda kita yang utama ini adalah pembahasan APBN 2017 serta pembahasan atau laporan dari Menteri ESDM terkait kebijakan Menteri ESDM pasca resufle. Dalam catatan kami ada beberapa yang dilakukan yaitu kebijakan terkait Blok Masela, rencana merombak aturan cost recovery dan pajak migas yang sebelumnya diatur dalam PP 79 Tahun 2010 dan surat persetujuan ekspor konsentrat yang berlaku lima bulan hingga 11 Januari 2017,” ujar Mulyadi.

Berikut adalah hasil Raker Komisi VII DPR RI dengan Plt. Menteri ESDM Luhut Binsar Panjaitan yang berlangsung sekitar 5 jam tersebut diantaranya, Komisi VII DPR RI akan melakukan penetapan asumsi makro sektor ESDM RAPBN 2017 pada Rapat Kerja dengan Plt. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI selanjutnya, setelah melakukan pendalaman data lifting bersama SKK Migas dan KKKS.

“Komisi VII DPR RI meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI menyusun roadmap pembangunan Strategic Petroleum Reserve (SPR) dan melakukan upaya-upaya peningkatan cadangan operasional bahan bakar minyak dan dengan melibatkan stakeholder dalam bentuk kerjasama PT Pertamina (Persero) dengan perusahaan swsata nasional,” kata Mulyadi, Kamis (1/09/2016).

Selanjutnya, Komisi VII DPR RI meminta Kementerian ESDM untuk melakukan kajian terhadap izin perpanjangan ekspor kosentrat yang dikeluarkan pada tanggal 10 Agustus 2016 dan hasil kajian Kementerian ESDM akan disampaikan ke Komisi VII DPR RI dalam waktu dekat.