Indonesia Negara Kepulauan, Kilang Mini Bisa Jadi Solusi Cadangan BBM Nasional

1538

mediaiJakarta — Saat ini Indonesia belum memiliki cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional. Yang ada hanya cadangan operasional Badan Usaha yang dimiliki PT. Pertamina (Persero).  Padahal cadangan tersebut sangat penting bagi sebuah negara.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Sommeng mengatakan, untuk meningkatkan cadangan nasional bisa saja dibangun infrastruktur berupa kilang mini dengan kapasitas 10.000 sampai 15.000 barel per day.

“Karena negara kita adalah negara kepulauan,  bagusnya kita bisa buat kilang yang kecil dengan kapasitas 10 sampai 15.000 barel per day. Apabila di daerah situ terdapat sumur minyak maka bisa dimanfaatkan sehingga  bisa di distribusikan dengan cepat,” jelas Kepala BPH Migas, belum lama ini, di Jakarta.

Menurut Andy, keinginan selama ini untuk bisa segera memiliki kilang kapasitas 300.000 barel per day selain membutuhkan biaya yang cukup besar yaitu sekitar U$D 8 sampai 10 miliar, yang harus diingat juga adalah terkait dengan feedstocks. “Crude oil kita tidak cukup karena kita juga impor,” katanya.

Saat dikonfirmasi apabila  banyak kilang-kilang mini dibangun cadangan nasional BBM selama 3 bulan dapat tercapai, dirinya mengatakan hal tersebut bisa saja tercapai asalkan  selain pembangunan kilang mini, tentunya tangki juga harus dibangun, dan market BBM harus dibuka di dalam negeri.

“Selama ini market BBM itu ada di Singapura. Padahal konsumen terbesar ada di kita tapi market tidak dibuka disini. Artinya terjadi sesuatu yang gak jelas,” ujarnya.

Oleh karena itu, solusinya, sambung Andy adalah harus melibatkan banyak pelaku usaha di bidang migas.

“Caranya untuk memperbanyak pelaku migas di dalam negeri, tentunya market harus dipindah ke dalam negeri. Kalau market dipindah ke dalam negeri akan banyak investor dalam negeri yang akan membangun storage, bangun transportir, pipa dan lain sebagainya,” pungkas Andy.