Jelang Lebaran Stok BBM Aman

    782

    pertaminaaJakarta – PT Pertamina (Persero) memproyeksikan pemakaian Premium selama masa H-15 hingga H+15 lebaran naik dengan besaran masing-masing Premium naik 15% dari rata-rata harian normal 71.906 KL menjadi 82.496 KL.

    “Solar bersubsidi diperkirakan turun 12% dari rata-rata harian normal 35.173 KL menjadi 31.118 KL,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro, Jum’at (03/06/2016).

    Menurutnya kenaikan konsumsi tidak hanya terjadi pada bensin Premium. Kenaikan yang cukup signifikan juga diproyeksikan terjadi pada Pertamax, yaitu 17% menjadi sekitar 12.000 KL dan Pertalite akan melonjak 43% menjadi 10.200 KL per hari.

    Pertamina terus menjaga stok BBM nasional dalam kondisi aman. Ketahanan stok Premium akan mencapai 17 hari, Solar 28 hari, dan Avtur 25 hari. Seiring dengan peningkatan konsumsi Pertamax dan Pertalite, Pertamina menjaga stok Pertamax 25 hari, Pertalite 7 hari.

    Ditambahkan Wianda, untuk mengantisipasi lonjakan permintaan Premium dan Pertamax, dilakukan langkah switching tangki timbun di terminal BBM dan SPBU yang diikuti dengan penambhan atau switching mobil tangki ke Premium. Pertamina juga menyiapkan titik-titik SPBU kantong di wilayah mudik, serta menyediakan 32 titik SPBU Transit khusus sepeda motor.

    Langkah lainnya yang disiapkan Pertamina dalam menjamin kelancaran distribusi BBM melalui monitoring stok BBM dan Avtur di TBBM & DPPU di seluruh Terminal BBM dengan sistem komputerisasi SIM S&D (Sistem Informasi Management Supply & Distribution), pengoperasian Terminal BBM, SPBU, dan SPBBE sepanjang 24 jam, khususnya di sepanjang jalur mudik utama, yaitu jalur Pantura, Tengah, dan Selatan Jawa, di Banyuwangi untuk penyeberangan menuju Bali, dan Merak menuju Sumatera.

    Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Ibrahim Hasyim saat dikonfirmasi mengatakan, permintaan menjelang dan pasca puasa dan hari Raya Idul Fitri sudah sangat dimengerti oleh Badan Usaha terutama Pertamina, karena terjadi setiap tahunnya.

    “Manajemen pasokan dan pelayanan sudah teruji setiap tahunnya. Yang perlu diantisipasi hanya perubahan density arus lalu lintas sebagai dampak dari beroperasinya beberapa jalan tol baru,” pungkas Ibrahim.

    Ditambahkan Ibrahim, terkait dengan jenis Bensin Premium yang selalu mengalami peningkatan, kini semakin tidak ada masalah karena bukan lagi BBM Bersubsidi.   Apalagi, lanjutnya, penyediaan Pertalite dan Pertamax semakin menyebar dan semakin disukai masyarakat.