Kesiapan Infrastruktur Hilir Gas Bumi Indonesia Menghadapi Tantangan Global

0
60

Bali – Dalam rangka membahas arah kebijakan pengembangan dan pembangunan infrastruktur hilir gas bumi, optimalisasi pemanfaatan gas bumi khususnya untuk kebutuhan dalam negeri dan juga melihat peluang, tantangan, dan kendala dalam pemanfaatan gas bumi BPH Migas menyelenggarakan Workshop dengan tema “Kesiapan Infrastruktur Hilir Gas Bumi Indonesia Menghadapi Tantangan Global” pada tanggal 30 Agustus 2018 bertempat di Hotel Holiday Inn Resort Baruna, Bali.

Undang Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi telah mengamanatkan kepada BPH Migas untuk mengatur dan mengawasi kegiatan Penyediaan dan Pendistribusian BBM serta pengangkutan Gas Bumi melalui pipa. Seiring dengan kebijakan pengembangan Gas Bumi di negara-negara kawasan ASEAN, berdasarkan data ASEAN Center For Energy porsi Gas Bumi dalam bauran energi ASEAN berada pada kisaran 24% terbesar kedua setelah minyak, hal ini merupakan kesempatan serta peluang yang besar bagi Indonesia untuk mengembangkan sektor Industri Gas Bumi.

Ditemui dalam kegiatan workshop kali ini, Kepala BPH Migas, M Fanshurullah Asa mengatakan “menurut Wood Mackenzie menyebutkan bahwa sekitar 40 Kargo LNG dalam 1 tahun diekspor keluar negeri padahal jika kita merujuk pada Undang Undang Migas bahwa tidak ada batasan untuk pemanfaatan gas dalam negeri yang seharusnya bisa dimaksimalkan. Hal ini karena masih adanya stigma kendala dari sisi hulu dan hilir yang menyebabkan perkembangan dunia gas bumi di Indonesia masih sulit untuk berkembang. Di sisi hulu mengapa LNG masih dilakukan eksport dikarenakan adalah infrastruktur hilir dalam negeri yang masih terbatas, sedangkan di sisi hilir mengapa Badan Usaha masih enggan melakukan pendanaan pembangunan infrastruktur karena belum adanya jaminan alokasi gas. Oleh karena itu workshop ini diselenggarakan dengan tujuan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dengan memberikan gambaran mengenai kesiapan infrastruktur hilir gas bumi di Indonesia dalam kaitannya menghadapi tantangan global dan peluang investasi pasar regional dengan mengundang para stakeholder untuk bertukar pikiran, informasi, dan apa saja yang menjadi kendala pada kegiatan hilir gas bumi ini yang kita harapkan menjadi sebuah forum terbuka yang memberikan pencerahan kepada semuanya”

“Selain itu juga kegiatan ini selaras dengan rencana BPH Migas untuk melakukan Lelang Ruas Transmisi dan Wilayah Jaringan Distribusi Gas Bumi dalam rangka meningkatkan Pemanfaatan Gas Bumi dalam negeri serta meningkatkan investaasi hilir migas di Indonesia sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2004” tegas Fanshurullah Asa.

Kegiatan Workshop dengan tema “Kesiapan Infrastruktur Hilir Gas Bumi Indonesia Menghadapi Tantangan Global” ini mengundang para stakeholder terkait untuk menjadi pembicara dalam memberikan berbagai informasi terkait bagaimana kesiapan infrastruktur hilir gas bumi dalam negeri dalam menghadapi tantangan global, antara lain Komisi VII DPR RI, Kepala Bidang ESDM Pemerintah Provinsi Bali, Presiden Direktur Energi Nusantara Merah Putih, Division Head Corporate Strategy PT. Perusahaan Gas Negara (PGN), Manager Policy Research and Analytic ASEAN Center For Energy (ACE), Direktur Utama PT. Trans Gasindo Indonesia (TGI), Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, Direktur Energi dan Kelistrikan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas, Pimpro Gresem PT. Pertamina Gas (Pertagas), Direktur Bakrie & Brother Tbk (BNBR), Direktur Utama Energasindo Heksa Karya (EHK), Direktur Utama Bangun Gas Persada, Direktur Utama PT Pertagas Niaga (PTGN), dan VP Corporat Strategy PT. Rekayasa Industri (Rekind).

BPH Migas akan terus mendorong untuk meningkatkan investasi pada Hilir Gas Bumi melalui Lelang Ruas Transmisi dan Wilayah Jaringan Distribuis Gas Bumi dalam negeri ke depan untuk mempersiapkan infrastruktur Gas Bumi di Indonesia yang lebih baik dalam menghadapi tantangan Global.

TIDAK ADA KOMENTAR