Komisi VII Setujui Usulan Tambahan Anggaran Kementerian ESDM Sebesar Rp 4,891 Triliun

    132

    said4Jakarta — Usulan tambahan anggaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (MESDM) dalam RAPBN-P 2015 sebesar Rp 4,891 Triliun disetujui Komisi DPR RI.

    “Komisi VII DPR RI menerima usulan peningkatan anggaran Kementerian ESDM sebesar Rp 4.891.984.348.000 dari pagu APBN tahun 2015 sebesar Rp 10.023.529.096.000,” kata Wakil Ketua Komisi VII DRP RI Mulyadi, dalam pembacaan kesimpulan Raker dengan Menteri ESDM di DPR RI, Selasa (10/02/2015).

    Menteri ESDM Sudirman Said sebelumnya mengusulkan anggaran Kementerian ESDM sebesar Rp 14,916 triliun RAPBN-P 2015, kemudian tambahanya sebesar Rp 4,99 triliun yang diperuntukan unuk pembangunan infrastruktur minyak dan gas bumi, kelistrikan, serta energi baru terbarukan.

    “Kalau dirinci tambahan untuk infrastruktur migas Rp 3,419 triliun, infrastruktur kelistrikan Rp 0,544 triliun, insfrastruktur energi baru terbarukan 1.036 triliun. Jadi APBN-P yang kami usulkan fokusnya adalah pada penambahan insrastruktur yaitu belanja modal untuk kemanfaatan masyarakat,” kata Sudirman.

    Untuk infrastruktur migas, Sudirman menambahkan ada program konversi ke gas 3 kg, BBG untuk nelayan dan juga BBG untuk transportasi dan kilang LNG serta LCNG. Kemudian untuk infrastruktur kelistrikan ada pembangunan listrik desa dan instalasi listrik gratis untuk masyarakat di pedesaan.

    Sedangkan untuk infranstruktur EBTKE berupa pengembangan Energi Baru Terbarukan di daerah terpencil dalam bentuk PLT Hybrid, pembangunanan PLT Energi Baru Terbarukan berupa PLT Mikrohydro, PLT Bayu dan PLTS terpusat serta infrastruktur bio energi.

    “Pembangunan SPBG yang semula di APBN induk kita usulkan 3 unit sekarang ditambah dengan 19 unit plus 2 MRU, 8 GTM dan 4 jalur pipa. Ini yang membuat komponen tambahan di APBNP 2015,” katanya.

    Jaringan gas kota tetap 8.000 sambungan rumah kemudian kilang minyak lpg ada tambahan 1 unit ada tambahan paket lpg 3 kg melanjutkan konversi dari mitan ke lpg sejumlah 2.050.000 paket. Kemudian ada tambahan usulan berupa BBG untuk nelayan yang merupakan program pilot projek kerja sama dengan Kementerian Kelautan Perikanan sebanyak 50.000 paket.

    “Usulan tambahan berupa kilang LNG dan LCNG 1 paket kemudian ada kenaikan rasio elektrifikasi dari 83,18 persen menjadi 85,15 persen,” pungkasnya.