Konsumsi Solar Diperkirakan Over

379

metro2JAKARTA. Tingkat pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5 sampai 6 % tentu berakibat pada peningkatan kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Untuk bensin premium diperkiran mencukupi. Namun untuk minyak solar apabila tidak dilakukan upaya pengendalian diperkirakan akan over sekitar 1 sampai 2 juta kilo liter (KL).

“Realisasi sampai dengan bulan ini diperkirakan premium kurang lebih mencukupi. Sementara solar diperkirakan akan over 1 sampai 2 juta KL apabila tidak dilakukan upaya upaya pengendalian,” kata Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Ibrahim Hasyim, Jum’at (18/10/20130) di Jakarta.

Untuk menekan agar tidak terjadi over pada minyak Solar, Ibrahim menuturkan telah dilakukan upaya-upaya pengendalian, salah satunya dengan telah diturunkannya Permen ESDM Nomor 01 tahun 2013 dan dijabarkan dalam Peraturan BPH Migas nomor 3, 4 dan 5 yang telah memberikan hasil tertentu. Dalam peraturan BPH Migas tersebut, para SKPD memberikan surat rekomendasi untuk konsumen tertentu. Sehingga aliran minyak solar ke konsumen dapat dikendalikan oleh SKPD Pemda masing-masing sesuai kuota kabupaten/kota yang telah ditetapkan. Pengendalian konsumsi minyak solar di tahun 2013 ini  menjadi lebih efektif karena mulai dilarangnya kapal niaga menggunakan Minyak solar bersubsidi.

“Apalagi dengan upaya pengawasan yang terus ditingkatkan dengan dilakukan sejumlah penangkapan pembelian, penyimpanan  dan penjualan BBM subsidi ilegal di Medan dan di sekitar Jakarta, diharapkan pengendalian kuota minyak solar lebih efektif sehingga over kuota dapat ditahan,” pungkas Ibrahim.

Ditambahkan Ibrahim, karena disparitas masih cukup tinggi tentu masih ada saja (penyelundupan) walau sudah dilakukan berbagai macam pengawasan dan apalagi modus operandinya makin lama makin canggih. “Minyak solar sangat rawan untuk diselundupkan ke industri yang seharusnya memakai yang non subsidi,” tegas Ibrahim hasyim.