KPLP I Tanjung Priok Mengamankan Kapal Inka Mina 107 Membawa Sekitar 50 Ton Solar Ilegal

    1475

    ????????????????????????????????????

    Jakarta — Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) kelas I Tanjung Priok mengamankan sekitar 50 ton minyak solar. Pengamanan dilakukan karena Kapal KM Inka Mina 107 dengan satu orang nahkoda tersebut tidak bisa menunjukan dokumen lengkap dan kapal tidak memiliki Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dari Syahbandar.

    Diungkapkan Kepala Pangkalan Penjagaan laut dan Pantai (Kelas I Tanjung Priok, Kolonel Akhmad Sudarto, dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran pelanggaran yang paling parah adalah apabila kapal berlayar tapi tidak memiliki SPB.

    “Kalau tidak memiliki SPB ancamanya untuk pelaku 5 tahun penjara dengan denda sebesar Rp600 juta,” ungkap Kolonel Akhmad Sudarto, belum lama ini di kantornya.

    Menurutnya, kronologis penangkapan terhadap kapal yang membawa kurang lebih 50 ton Minyak Solar ilegal tersebut berawal dari adanya dugaan permulaan dari informasi-informasi yang didapat di lapangan tentang kapal KM Inka Mina yang membawa BBM Solar ilegal.

    “Kita melihat kapal tersebut tampak mencurigakan. Kapal ini tidak memiliki tanda-tanda yang semestinya ada di kapal. Kemudian kita dekati, tapi begitu didekati kapal tersebut malah kabur dan terjadilah kejar-kejaran. Setelah kita keluarkan senjata mereka baru berhenti,” pungkasnya.

    Ditambahkan Akhmad, dari informasi yang digali dari dari para ABK, kapal yang ditangkap di Pulau Bidadari Kepulauan Seribu ini masih tangakapan kecil. Dirinya meyakini adanya pemain-pemain besar dari hasil penangkapan ini. Oleh karena itu pihaknya terus melakukan penyelidikan.

    Atas hasil tangkapan tersebut, Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Mayjen (Purn) Karseno yang dihubungi langsung oleh Kolonel Akhmad mengatakan agar dibentuk kerjasama melalui Penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) antara BPH Migas dengan dengan Dirjen Perhubungan.

    Sementara itu, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BPH Migas Parlagutan Tambunan yang juga ikut melihat langsung kapal yang diamankan oleh KN Belati P.205 mengatakan siap membantu memberikan keterangan ahli atas hasil tangkapan Minyak Solar ilegal tersebut.

    “BPH Migas siap memback up upaya penyelesaian BAP hingga P21 untuk BBM ilegal hasil tangkapan tersebut,” tandas Karseno.