Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI bersama BPH Migas ke Provinsi Sumatera Selatan Dalam Rangka Meninjau langsung Pasokan BBM dan Listrik Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H

    6

    Palembang – Anggota Komite BPH Migas, Ir. H. Ahmad Rizal, M.H. melaksanakan pendampingan pada Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi VII, H. Gus Irawan Pasaribu, SE.Ak.,MM.,CA. di Terminal BBM Kertapati Provinsi Sumatera Selatan dalam rangka meninjau langsung pasokan BBM dan Listrik menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H.

    Kunjungan Kerja Spesifik yang dibuka langsung oleh Ketua Komisi VII DPR RI merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun oleh Komisi VII DPR RI dalam menghadapi bulan Ramadhan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri. Adapun maksud dari kegiatan ini adalah melaksanakan fungsi pengawasan khususnya menyangkut kesiapan pasokan distribusi BBM, avtur, dan LPG serta ketersediaan pasokan tenaga listrik di wilayah Sumatera Selatan dan sekitarnya dalam menghadapi bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H.

    Tim Kunjungan Kerja Spesifik yang hadir langsung ke Terminal BBM Kertapati ingin mendapatkan informasi dan penjelasan yang lebih rinci mengenai :

    1. Kondisi penyaluran dan ketersediaan stock BBM, avtur, dan LPG pada bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H.
    2. Langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan oleh PT. Pertamina, khususnya MOR II beserta mitra-mitra kerja yang lain untuk mengamankan pasokan BBM dan Avtur di propinsi Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi dan Kepulauan Bangka Belitung.
    3. Bagaimana TBBM, SPBU yang ada didalam wilayah Sumbagsel tersebut dapat menjamin ketersediaan BBM, avtur dan LPG.
    4. Apa saja permasalahan dan kendala yang dihadapi dalam memenuhi ketersediaan BBM, avtur, dan LPG.
    5. Bagaimana pola koordinasi dengan instansi terkait.
    6. Bentuk dukungan seperti apa yang diharapkan agar ketersediaan BBM, avtur, dan LPG di wilayah ini dapat terjaga hingga arus balik pada Lebaran nanti.

    Selain merinci beberapa hal mengenai BBM, tim Kunjungan Kerja Spesifik juga memfokuskan kepada ketersediaan daya listrik dalam menghadapi Lebaran nanti. Oleh karena itu ada hal yang ingin ditanyakan mengenai :

    1. Bagaimana kesiapan PT.PLN dalam menghadapi Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1438 H
    2. Kondisi pembangkit, transmisi, dan gardu induk di Sumatera Selatan.
    3. Upaya antisipasi yang dilakukan oleh PT.PLN di Bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri jika terjadi kerusakan teknis maupun non teknis pada sistem pembangkit di Sumatera Selatan.
    4. Kendala dan permasalahan yang dihadapi PT. PLN saat ini.
    5. Penjelasan lainnya yang akan berkembang dalam diskusi terkait.

    Gus Irawan Pasaribu, SE.Ak.,MM.,CA. mengatakan “informasi yang akan kami dapatkan di dalam Kunjungan Kerja Spesifik ini akan menjadi input bagi Komisi VII DPR RI agar kedepannya ketersediaan BBM, LPG serta masalah ketenagalistrikan dapat teratasi khususnya di Bulan Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 2017 ini”.

    Secara garis besar PT. Pertamina (Persero) yang diwakili Direktur Pemasaran dan PT. PLN (persero) yang diwakili oleh Direktur Bisnis Region Sumatera, sudah menyiapkan strategi dan back up plan dalam menghadapi serta mengantisipasi segala permasalahan mengenai ketersediaan BBM, avtur, dan LPG serta pasokan listrik dalam menghadapi Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1438 H. Tren konsumsi masyarakat dalam penggunaan BBM maupun listrik pada tahun lalu menjadi salah satu dasar perhitungan forecasting konsumsi BBM dan listrik pada tahun ini. Meskipun dalam kenyataannya masih ditemukan beberapa catatan lapangan yang harus segera diperbaiki, namun PT. Pertamina dan PT. PLN optimis dalam menjamin ketersediaan BBM, avtur, LPG serta pasokan listrik bagi masyarakat dalam menghadapi Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1438 H di Provinsi Sumatera Selatan.

    Pada kesempatan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI kali ini, Anggota Komite BPH Migas, Ir. H. Ahmad Rizal, M.H. menuturkan beberapa hal, antara lain :

    1. Dalam hal percepatan BBM 1 Harga untuk Sumatera Selatan, terdapat 3 lokasi tertentu yaitu di Kabupaten Musi Banyuasin, Musi Rawas dan Musi Rawas Utara. Sementara untuk roadmap BBM 1 Harga tahun 2018 direncanakan mencakup Kecamatan Lalan di kabupaten Musi Banyuasin dan kecamatan Nibung di kabupaten Musi Rawas Utara.
    2. Pihak pemprov Sumsel mengeluhkan ketersediaan dan kelangkaan Premium dan LPG di Sumatera selatan. Kemudian juga Pemprov Sumsel kesulitan mengakses data dari pihak Pertamina MOR II, sehingga mereka tidak mendapatkan data berapa sebenarnya kuota masing2 jenis BBM untuk daerah mereka. Dan dalam rangka menjawab keluhan pemprov tersebut, BPH Migas mengusulkan untuk menghitung kuota sebenarnya dengan pelibatan langsung dinas dan instansi terkait di provinsi Sumsel kedepannya. Dan BPH Migas juga berkomitmen untuk meningkatkan upaya pengaturan dan pengawasan di wilayah ini sehingga kemandirian energi khususnya BBM dapat dicapai di provinsi Lumbung Energi ini.
    3. Pada tahun 2017 ini , BPH Migas ditunjuk oleh Menteri ESDM untuk dijadikan Posko Pusat untuk sektor energi menjelang Hari Raya Idul Fitri. Dalam pelaksanaan kegiatan Posko, BPH Migas selain mengkoordinir Pt Pertamina (persero), Pt PGN (persero), Pt PLN (persero) juga akan melibatkan Badan Niaga Umum yang lain seperti AKR dll, sehingga dengan pelibatan seluruh pihak dapat lebih memaksimalkan kesiapan sektor energi dalam hal menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat Indonesia dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1438 H.
    4. Dalam menjalankan tupoksi BPH Migas yang semakin baik kedepan diperlukan dukungan dari pihak-pihak terkait, khususnya dari Komisi VII DPR RI agar BPH Migas dapat mewujudkan eksistensinya sebagai Badan Pengatur yang handal, profesional, dan melindungi kepentingan masyarakat Indonesia dengan tersedianya energi khususnya BBM dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Sehingga terlihat Negara hadir disini untuk rakyatnya.

    Komisi VII DPR RI akan melaksanakan Rapat Koordinasi lanjutan bersama para mitra kerja mengenai kesiapan Pemerintah dalam menyediakan pasokan energi bagi masyarakat terkait Bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri yang akan diselenggarakan pada hari Selasa, 6 Juni 2017.