Kunjungi BPH Migas, Pemkot Prambumulih Diskusikan Penetapan Harga Gas Rumah Tangga

207

prabumulihJakarta Harga gas rumah tangga dinilai terlalu mahal, Wakil Walikota Prabumulih, Andriansyah Fikri didampingi jajaranya melakukan kunjungan kerja ke Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) membahas terkait penetapan harga gas rumah tangga tersebut.

“Kami melihat ada keinginan Pemerintah Kota Prabumulih. Disamping sukses dalam rangka pemasangan gas rumah tangga kita juga berharap agar diikuti dengan suksesnya peralihan masyarakat dari menggunakan gas tabung LPG dan kayu bakar ke gas jaringan rumah tangga,” Wakil Walikota Prabumulih, Andriansyah Fikri, saat datang ke kantor BPH Migas, belum lama ini.

Namun, melihat harga yang disampaikan melalui surat edaran, harga yang ditetapkan masih terlalu tinggi dibandingkan dengan harga di Kota Palembang. Meningat ada pembanding harga di wilayah Sumatera Selatan, dirinya ditugaskan Walikota Prabumulih untuk mendiskusikan penetapan harga tersebut.

“Pada kesempatan ini kami melaksanakan perintah dari Bapak Walikota datang ke BPH Migas untuk sama-sama membahas masalah penetapan harga yang telah dikirimkan oleh BPH Migas ke Kota Prabumulih,” ujarnya.

Menanggapi apa yang disampaikan Pemerintah Kota Prabumulih, Direktur Gas Bumi Umi Asngadah mengungkapkan bahwa dari hasil monitoring yang dilakukan BPH Migas, saat ini penugasan pengolahan jaringan Distribusi Gas Bumi untuk Rumah Tangga dari Pemerintah kepada PT Pertamina (Persero) cq. PT Pertagas Niaga masih mengalami kerugian, sehingga sulit untuk dilakukan penurunan harga.

“Meski demikian BPH Migas akan berkoordinasi dengan PT Pertagas Niaga agar penerapan harganya dapat dilaksanakan secara bertahap,” ujar Umi Asngadah.

Sementara itu, Kasubdit Pengaturan Akun, Tarif dan Harga Gas Bumi Melalui Pipa, Bukhori Muslim mengatakan penetapan harga jual gas bumi untuk rumah tangga di Palembang yang lebih murah dibandingkan Prabumulih, salah satunya adalah karena perhitungan harga jual gas bumi untuk rumah tangga masih menggunakan parameter dan harga beli gas di hulu saat itu.

“Kenaikan harga jual gas di Prabumulih dikarenakan adanya kenaikan harga beli gas di wellhead sebesar USD 4,72/MMBTU, dimana struktur pembentukan harga beli gas di hulu mendominasi komponen pembentuk harga jual gas bumi untuk rumah tangga sekitar 51%.