Menteri ESDM: Pasokan BBM Aman

    358

    ?

    Jakarta Dalam rangka memastikan ketersediaan stok dan kesiapan distribusi bahan bakar minyak (BBM) jelang Hari Raya Idul Fitri 1437 H, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said melakukan tinjauan lapangan ke dua Terminal BBM (TBBM) di Jawa Barat, yakni TBBM Bandung Group Ujung Berung dan TBBM Cikampek, pada Jum’at (24/06/2016).

    “Kunjungan ini untuk mengecek kesiapan Pertamina untuk mendukung hari penting lebaran dan juga musim libur, baik dari stok maupun  infrastruktur,” ujar Menteri Sudirman kepada wartawan.

    Direktur pemasaran PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang menyatakan, kebutuhan BBM menjelang libur hari raya Idul Fitri 1437 H akan mengalami lonjakan permintaan.

    “Estimasi puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada H-4 dimana kebutuhan diperkirakan akan naik mencapai 50% diatas DOT. Selama periode H-15 hingga H+15 lebaran naik dengan besaran masing-masing premium naik 15% dari rata rata normal 71.906 KL menjadi 82.496 KL. namun konsumsi solar diperkirakan akan turun 12% dari rata-rata harian normal 35.173 KL menjadi 31.118 KL seiring dilarangnya truk-truk beroperasi, kecuali mengangkut sembako. Begitu pun dengan kebutuhan BBM di lokasi wisata yang meningkat hingga 20%”, jelas Bambang.

    Untuk memantau ketersediaan BBM di beberapa TBBM, hingga pengiriman BBM ke titik serah, PT Pertamina (Persero) telah menerapkan sistem monitoring teknologi informasi terintegrasi, yaitu Sistem Informasi Manajemen  Supply dan Distribution (SIMSND). Dengan sistem tersebut, maka jumlah stok dan pengiriman BBM melalui mobil tangki ke Stasiun Pengiriman Bahan Bakar Umun (SPBU) dapat tepat waktu, tujuan dan jumlah.

    Sementara itu, untuk mengamankan pasokan BBM, telah disiapkan juga Tim Satgas TBBM serta mempersiapkan SPBU kantong, yaitu SPBU yang ditunjuk sebagai mobil tangki berisi BBM yang akan dikirimkan ke SPBU stok kritis di area terdekat untuk mengantisipasi hambatan distribusi akibat kemacetan lalu lintas.

    “Pada saat macet, pasokan BBM dikirim dari arah sebaliknya (counter flow). Sedangkan untuk antisipasi kondisi darurat, telah disiapkan Pertamax 5 liter dalam kemasan. Pertamax kemasan ini diantarkan melalui sepeda motor dan sepeda, serta  ditempatkan di jalan jalan tol. Pertamina akan bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk memastikan hal tersebut berjalan baik”, jelas Bambang.

    Menteri ESDM mengimbau untuk mendorong pemanfaatan energi bersih dan mendorong diversifikasi dengan mengurangi konsumsi BBM. “Tahun 2017 diharapkan semua daerah sudah terkonversi kecuali daerah-daerah yang sulit dijangkau,” ujar Menteri Sudirman.

    “Dalam rangka melaksanakan tugas-tugas kita dalam menyambut hari raya Idul Fitri, mari kita tambahkan komponen spritual sebagai tambahan semangat untuk melayani masyarakat dalam menyediakan BBM bagi masyarakat,” pungkas Sudirman.