Menteri ESDM Resmikan Infrastruktur Jargas, SPBG dan GTM di Cikarang

1147

bimasenaJakarta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, Kamis (03/03/2016), meresmikan Infrastruktur Jaringan Gas (Jargas) Bumi untuk Rumah Tangga, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan pengoperasian lima unit Gas Transportation Module (GTM) di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Pembangunan infrastruktur Jargas dan SPBG merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk meningkatkan pelayanan umum dalam penyediaan energi yang murah, bersih, aman dan mudah pemakaiannya serta mengurangi beban subsidi BBM khususnya subsidi minyak tanah dan LPG, yang merupakan komponen subsidi terbesar.

“Jargas dan SPBG ini merupakan bukti komitmen yang sungguh-sungguh dari Pemerintah untuk mewujudkan diversifikasi dan konservasi energi melalui program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG). Hal ini diwujudkan dengan membangun infrastruktur gas yang bersumber dari anggaran APBN dan penugasan kepada BUMN, dalam hal ini PT Pertamina (Persero)”, jelas Menteri ESDM dalam sambutannya.

Pembangunan jargas dan SPBG ini tentunya akan memberikan manfaat bagi masyarakat. Terkait jargas, harga gas yang dihasilkan lebih murah daripada menggunakan LPG dan dalam jangka panjang dapat menekan subsidi serta impor BBM. Selain itu, dari sisi lingkungan, jargas menghasilkan emisi yang lebih bersih dibanding BBM dan kayu bakar. Dalam hal ketersediaan, jargas memudahkan masyarakat untuk memperoleh gas yang diperlukan setiap saat.

Terdapat pula berbagai manfaat SPBG, antara lain adalah biaya bahan bakar yang lebih murah (harga CNG lebih murah 20-60% dari harga BBM) dan biaya perawatan yang lebih rendah karena pembakaran yang lebih bersih. Selain itu, dengan cadangan gas alam dari dalam negeri yang mencukupi, pemanfaatan SPBG tidak bergantung pada kegiatan impor dan relatif tidak terpengaruh oleh naik turunnya nilai valuta asing. Dari sisi lingkungan, SPBG menghasilkan emisi gas buang yang lebih bersih. Di samping itu, SPBG juga dapat mendorong berkembangnya usaha-usaha penunjang di bidang gas, seperti pabrikasi mekanikal dan bengkel.

“Melihat banyaknya manfaat dari pembangunan jargas dan SPBG, maka dukungan dari setiap pihak adalah kunci utama dalam percepatan pemanfaatan gas bumi. Maka dari itu, kami harapkan program pembangunan infrastruktur akan selalu mendapat dukungan dari instansi-instansi terkait, terutama Pemerintah Daerah dalam penyederhanaan perizinan serta penyediaan lahan”, jelas Menteri ESDM.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri ESDM juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM, serta pemangku kepentingan kunci yang telah menunjukkan komitmennya untuk bersama-sama mewujudkan pembangunan infrastruktur gas. “Tentunya kami sangat mengapresiasi tim Ditjen Migas dan PT Pertamina (Persero) atas komitmennya untuk membangun infrastruktur gas. Tidak lupa kami juga berterima kasih kepada Pemerintah Daerah beserta jajaran yang telah bekerja sama dan memberikan dukungan”, tutupnya.