Menteri ESDM Serahkan DIPA Tahun 2014 Kepada Para Kuasa Pengguna Anggaran di Lingkungan Kementerian ESDM

    237

    dipa1JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik, Selasa (17/12/2013) menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2014 kepada para Eselon I selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) di lingkungan Kementerian ESDM.

    Dulu DIPA itu sering diserahkan pada Maret atau April dianggap itu kurang cepat. Maka diera sekarang Pemerintah ingin menyerahkan DIPA-nya justru sebelum 1 Januari. DIPA bisa diserahkan justru dipertengahan atau awal-awal Desember. Hari ini baru tanggal 17 Desember, DIPA sudah tiba pada Eselon I dan juga sudah langsung ke Eselon II.  

    “Dulu ada alasan kalau serapannya telat atau kurang karena baru dimulai bulan April. Kemudian dicari lagi alasan lain. Sekarang alasannya takut mengambil keputusan, takut salah. Begitu telat saudara mengambil keputusan atau telat pengumuman tender atau telat tender, telat mengambil keputusan hasil tender maka akan merembet kebelakang. Akhirnya nanti pada Desember saat dievaluasi serapannya tidak maksimal. Sekarang Saudara sudah bisa mulai 1 Januari mustinya tidak ada lagi alasan telat DIPA-nya,” kata Jero.

    Kuasa pengguna anggaran eselon I dan P2K rata-rata sudah bekerja sekitar 30 tahun jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), masa tidak mengerti. Tidak ada alasan tidak mengerti karena rambu-rambunya jelas. Menurut Jero, Sepanjang aturan aturan yang ada dibaca dan turuti tidak ada alasan untuk tidak berani mengambil keputusan. “Saudara diberi kuasa untuk kepercayaan untuk penggunaan anggaran. Jangan melanggar aturan, aturanya sudah ada. Ikuti semuara aturan jangan ada yang keluar dari koridor. Ikuti peraturan yang ada.,” katanya.

    Jero menambahkan, apabila menemui kesulitan dalam mengambil keputusan, dipersilahkan untuk mengkonsultasikan ke Inspektorat Jenderal (Irjen). Kalau masih ragu-ragu Irjen bersama-sama KPA untuk mengkonsultasikan ke BPKP. Kalau lebih sulit lagi, lebih ragu-ragu lagi silahlan  biar lebih tenang konsultasikan dengan KPK. Disitu ada deputi pencegahan. “Disediakan uang kok tidak dihabisakan. Biasanya kan orang berjuang untuk dapat anggaran. Ini ada angagrannya kok gak dihabiskan sementara banyak pekerjaan yang tidak dilakukan. Uangnya ada pekerjaannya tidak dilakukan rakyat jadi kurang dapatnya,” pungkas Jero.

    Jero berharap, anggaran sebesar 16,26 triliun tahun 2014 untuk dihabiskan dengan aturan yang benar karena itu akan mendorong kesejahteraan rakyat dan nanti di bulan Oktober 2014 DIPA yang diserahkan sudah habis sesuai dengan yang dianggarkan. “Jangan habis ngawur tapi tidak selamat. Jadi anggaran habis dengan benar, aturan dipenuhi maka akan selamat, sukses, dan rakyat akan berterima kasih dan saya pun akan berterima kasih pada saat nanti menyerahkan jabatan kepada pengganti saya,” harap Jero.