Penyalahgunaan BBM 2015, 454 Kasus Telah Diberikan Keterangan Ahli

2281

ahmad11Jakarta Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah melakukan pemberian Keterangan Ahli terhadap 454 Kasus Penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Diungkapkan Direktur Bahan Bakar Minyak (BBM) BPH Migas Hendry Ahmad, Selasa (14/12/2015) di ruang kerjanya, pemberian keterangan ahli tersebut merupakan kasus penyalahgunaan BBM yang terjadi sejak Januari sampai dengan September 2015.

Saat dikonfirmasi mengenai proses hukum kasus penyalahgunaan tersebut, Hendry mengungkapkan sebanyak 314 kasus dalam tahap penyidikan, sejumlah 95 kasus tahap penuntutan/P-21 dan sebanyak 45 kasus dalam tahap persidangan.

“Barang bukti yang diamankan dari tindak penyalahgunaan tersebut mencapai 730.720 liter. Minyak Tanah sebesar 98.286 liter, Minyak Solar sebesar 548.854 liter dan Bensin Premium sebesar 83.580 liter,” pungkas Hendry Ahmad.

Ditambahkan Hendry, dibandingkan dengan tahun sebelumnya diperiode yang sama, kasus penyalahgunaan BBM tahun 2015 cenderung mengalami penurunan. Salah satu penyebab menurunnya kasus penyalahgunaan karena disparitas harga BBM subsidi dan Non Subsidi semakin kecil. Sehingga pendapatan yang diperoleh dari hasil penyelewengan BBM tidak lagi menarik dibanding resiko pidana yang harus ditanggung apabila tindakan tersebut menjadi urusan aparat penegak hukum.

“Minyak Solar yang sebelumnya memiliki selisih harga sekitar Rp 4.500 per liter, sekarang disubsidi tetap Rp 1.000 per liter,” katanya.