Pertamina Turunkan Harga Pertamax Rp200-Rp300 per Liter di Luar Pulau Jawa

270

pertamax copyJakarta — PT Pertamina (Persero) menurunkan harga Bahan Bakar Minyak Umum jenis Pertamax pada kisaran Rp200-Rp300 per liter untuk daerah luar Pulau Jawa. Perubahan harga terhitung mulai pukul 00.00 WIB tanggal 15 Agustus 2016.

Dijelaskan Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro, perubahan harga tersebut merupakan aksi korporasi dalam menyikapi fluktuasi harga minyak internasional dan kurs rupiah terhadap dolar.

“Ini merupakan bagian dari agenda Perusahaan untuk menjangkau lebih banyak lagi konsumen di luar Jawa yang masih memiliki potensi yang cukup besar untuk migrasi ke Pertamax,” ungkap Wianda melalui keterangan resminya, Minggu (14/08/2016).

Diuraikan Wianda, penurunan harga Pertamax di Nangroe Aceh Darussalam sebesar Rp200 per liter, yaitu dari semula Rp7.900 per liter menjadi Rp7.700 per liter. Sementara di wilayah Papua Barat Pertamax ditetapkan seharga Rp10.350 per liter, dari sebelumnya Rp10.650 per liter.

Sedangkan untuk Kalimantan Timur, Tengah, dan Selatan harga Pertamax ditetapkan Rp7.500 per liter, dari sebelumnya Rp7.700 per liter. Konsumen di Sulawesi Selatan akan merasakan harga Pertamax Rp7.900 atau turun Rp300 per liter dari sebelumnya Rp8.200 per liter.

Untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi, Pertamina akan secara ketat memantau ketersediaan stok BBM Umum tersebut di tingkat SPBU. Pertamina, sambungnya akan terus mengupayakan memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat dan memastikan tidak akan ada kekosongan produk di SPBU.