Presiden RI Tekan Tombol Sirine Ground Breaking Infrastruktur Gas Bumi Terintegrasi Jawa Tengah

    989

    lorokSEMARANG. Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Menteri ESDM Jero Wacik, Menteri PU Djoko Kirmanto, Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Sommeng dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Jum’at (14/03/2014) menekan tombol sirine sebagai tanda dimulainya ground breaking Infrastruktur Jaringan Pipa Transmisi Gas Bumi Kalimantan-Jawa (Kalija) tahap I dari Lapangan Gas Kepodang menuju Pembangkit Listrik Tenaga Gas-Uap (PLTGU) Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah.

    Sebagaimana diketahui, pembangunan Kalija I merupakan tahap awal dari pembangunan ruas pipa transmisi Gas Bumi Bontang (Kalimantan Timur) – Semarang (Jawa Tengah) atau yang lebih dikenal Kalija, yang telah dilelangkan oleh BPH Migas pada tahun 2006.

    Selanjutnya berdasarkan Keputusan Kepala BPH Migas No. 042/PL/BPH Migas/Kom/VII/2006 tanggal 27 Juli 2006 ditetapkan PT. Bakrie and Brother Tbk., sebagai pemenang Lelang Hak Khusus Ruas Transmisi Gas Bumi Bontang (kalimantan Timur) – Semarang (Jawa Tengah).

    PT Bakrie and Brother sebagai holding company telah membentuk anak perusahaan PT. Kalimantan Jawa Gas (PT. KJG) yang akan bekerjasama dengan PT. PGN (Persero) Tbk., untuk melaksanakan pembangunan dan pengoperasian pipa Kalija I.

    Pembangunan Jaringan Pipa Transmisi Gas Bumi Kalija Tahap I akan dilakukan oleh PT Kalimantan Jawa Gas (KJG) yang merupakan perusahaan patungan antara PT PGN dan Bakrie Group, di mana 80% sahamnya dimiliki oleh BUMN gas yaitu PT. Perusahaan Gas Negara. Proyek yang menghubungkan lapangan Gas Kepodang ke PLTGU Tambak Lorok, Semarang ini ditargetkan selesai pada kuartal ketiga 2015.