Sudah Semestinya Unit-Unit Pelayanan BBM Yang Standar Dibangun di Lokasi Wisata

431

????????????????????????????????????

Jakarta — Pemerintah dan Badan Usaha sudah waktunya dan seharusnya membangun unit unit pelayanan Bahan bakar Minyak (BBM) yang standar dilokasi wisata. Sehingga para pelancong terutama yang berasal dari negara maju bisa merasakan kenyaman pelayanan yang paripurna selama mereka kunjungan disana.

Demikian dikatakan Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Ibrahim Hasyim, Rabu (01/06/2016).

Menurut Ibrahim, lengkapnya infrastruktur energi atau BBM di lokasi-lokasi wisata sudah seharusnya tidak lagi semata menjadi urusannya Badan Usaha, tetapi harus menjadi perhatian otoritas kementerian yang membina sektor pariwisata.

“Layanan energi di lokasi wisata adalah bagian yang terintegrasi dengan objek wisata itu sendiri,” pungkas Ibrahim Hasyim.

Ditambahkan Ibrahim, Indonesia begitu banyak memiliki kawasan wisata yang memesona dan selalu mengundang minat wisatawan untuk melihat . Sebut saja seperti Derawan, Sabang, Gili Terawangan, Labuhan Bajo, Ende, Wakatobi hingga Raja Ampat bahkan Bali, Danau Toba, dan Yogyakarta yang sudah terkenal sejak dulu.

Pertumbuhan berbagai kegiatan wisata itu, sambung Ibrahim sudah pasti menuntut ketersediaan  infrastruktur yang cukup dan memadai serta memenuhi standar kelengkapan wisata global. 

Semua jenis sarana transportasi seperti kapal harus berlayar, roda mobil harus menggelinding dan pesawat harus mengudara. Karena itu, disana harus tersedia energi secara cukup dan layanan pengisian energi terutama BBM yang berjalan cepat dan aman. Kini telah banyak hotel hotel berkelas, restoran cafe sudah dengan layanan prima, tapi kualitas layanan BBM di lokasi wisata masih berjalan ditempat. Infrastruktur layanan Avtur dibeberapa lokasi seperti di Ende, Kalabahi, Wakatobi dan lainnya, sangat tidak imbang dengan megahnya hotel disampingnya.

“Sektor pariwisata saat ini sudah menjadi salah satu andalan sumber pendapatan negara namun infrastruktur energi di lokasi wisata pada umumnya seperti terabaikan dan tidak ber klas,” tandasnya.