Tren Minyak Turun, Momen Bagus Membangun Komunikasi Impor BBM Jangka Panjang

    789

    lindaJakarta — Harga minyak dunia tengah dalam tren menurun. Saat ini diperkirakan hanya sekitar US$ 59 per barel. Penurunan harga minyak dunia ini menjadi moment yang bagus bagi negara importir minyak seperti Indonesia.

    Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Ibrahim Hasyim mengatakan,  meski target produksi minyak Indonesia mencapai pada kisaran 1 juta barel per hari pun dinilai tetap tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan dibutuhkan waktu untuk mengembangkan lapangan-lapangan minyak baru. Sehingga mau tidak mau pemerintah tetap harus melakukan impor.

    “Tren penurunan harga minyak saat ini momen yang bagus bagi pemerintah. Pemerintah perlu segera membangun komunikasi bagaimana membangun sistem impor jangka panjang dari negara yang mengalami kesulitan mengekspor minyak. Ini hrus kita dekati untuk membangun sistem bisnis jangka panjang.,” kata Ibrahim di Jakarta, Senin (22/12/2014).

    Ibrahim menguraikan, pemerintah bisa meniru model kasus Rusia dengan China mengenai gas. Pada saat terjadi keribuatan dengan Ukraina, dimana pipa gas Eropa Barat semua melewati Ukraina, membuat Rusia kebingungan gas-nya mau dibawa kemana. Akhirnya China mengambil kesempatan ini.

    “Model ini harus kita tiru. Setiap tahun impor minyak terus mengalami peningkatan. Ada kebijakan apapun yang dilakukan pemerintah, Indonesia tetap harus mengimpor minyak mentah dan BBM,” pungkas Ibrahim.