Usulan Volume BBM Bersubsidi Dalam Asumsi Dasar RAPBN 2017

    536

    ????????????????????????????????????

    Jakarta — Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan volume Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dalam Rencana Anggaran Pendapatan & Belanja Negara (RAPBN) 2017 pada kisaran 16,60 sampai 16,85 juta kiloliter (KL).

    Hal tersebut diungkapkan Menteri ESDM Sudirman Said dalam Rapat Kerja pembahasan awal asumsi dasar RAPBN 2017 dengan Komisi VII DPR RI yang didampingi Sekjen ESDM, Dirjen Migas, Dirjen EBTKE, Kepala BPH Migas, Kepala SKK Migas, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto dan Dirut PT PLN, Rabu (14/06/2016).

    “Dalam RAPBN 2017 kami mengusulkan volume Minyak Tanah pada range 0,60 sampai 0,69 juta kiloliter. Sementara untuk Minyak Solar kami mengusulkan antara 16,00 sampai 16,16 juta kiloliter. Ada sedikit penambahan sesuai dengan pertumbuhan ekonomi,” pungkas Sudirman Said.

    Untuk lifting minyak bumi, Sudirman mengatakan dalam RAPBN 2017 diusulkan dikisaran 740.000 sampai 760.000 barel per hari. “Penyebab paling signifikan adalah karena pada tahun ini Cepu akan mengalami fix production dan early production fasilities akan diberhentikan sehingga akan mencapai pada titik yang lebih sustaianable sehingga berpengaruh pada lifting minyak bumi,” katanya.

    Sementara untuk lifting gas bumi, sambung Sudirman, di tahun 2017 diusulkan 1.050 sampai 1.150 Barrels of oil equivalent per day (BOEPD).