BPH Migas: Penyelewengan BBM Bersubsidi Tahun ini Turun

26
Nov 2011
  • PDF
26
Nov 2011

JAKARTA – Badan Pelaksana Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) mengklaim, angka penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tahun ini cenderung menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu.

“Tahun ini relatif menurun penyalahgunaannya, kalau tahun lalu itu, bahkan dua tahun lalu sampai 500-an kasus, berkurang menjadi 300, tahun ini tidak sampai 200 kasus,” ungkap Kepala BPH Migas Tubagus Haryono seperti dikutip dari situs resmi kementerian ESDM di Jakarta, Kamis (5/10/2011).

Tubagus menambahkan, banyaknya kasus penyelewengan BBM bersubsidi, lebih banyak dikarenakan tingginya disparitas harga dengan BBM subsidi. Namun pihaknya bersama seluruh instansi terkait berjanji akan terus melakukan pengawasan menyeluruh.

“Kita akan lakukan operasi bersama untuk melakukan pengawasan distribusi BBM bersubsidi. Agar lebih efektif BPH Migas telah membentuk kembali Tim Koordinasi Penanggulangan, Penyalahgunaan, Penyedian dan Pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi (TKP4 BBM),” lanjutnya.

Tim ini, jelas Tubagus, beranggotakan perwakilan dari kantor Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Badan Intelejen Negara (BIN), Kepolisian RI, Kejaksaan Agung RI dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), Badan Koordinator Keamanan Laut (Bakorkamla) serta Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. (mrt) (rhs)


Sumber:  okezone

  BPH MIGAS Indonesia, Serving Archipelago