BPH Migas Terima Kunjungan Kerja Pemda Kabupaten Flores Timur

    953

    ftJAKARTA. Pasca penutupan Depot BBM Larantuka, milik PT Pertamina (Persero) sejak tahun 2008, Bupati Flores Timur, Yoseph Lagadoni Herin, S.Sos, mengharapkan agar Depot tersebut dapat kembali diopersikan. Menurutnya, penutupan depot tersebut telah mengakibatkan pasokan menjadi terhambat karena harus dipasok dari Depot Maumare, Kabupaten Sikka. Demikian tertuang dalam surat Bupati Flores Timur, Yoseph Lagodani Herin, S.Sos, tanggal 24 Januari 2012.

    “Rentang waktu 3 tahun terakhir, sejak Penutupan Depot BBM Larantuka itu, Kabupaten Flores Timur yang terdiri dari 3 pulau (Flores Timur Daratan, Pulau Adonara, dan Pulau Solor) mengalami berbagai kendala pelaksanaan tata niaga/penyaluran BBM,” ujar Yoseph.

    Selain itu, sambung Yoseph, mengingat Kabupaten Flores Timur terdiri dari 3 pulau besar, maka pendistribusian BBM dari Maumere masih dilanjutkan lagi penyalurannya ke pulau Adonara untuk 8 Kecamatan dan pulau Solor untuk 3 Kecamatan sehingga waktu yang dibutuhkan semakin bertambah.

    “Akibat jarak tempuh yang cukup lama dan jauh menimbulkan biaya transportasi BBM dari Maumere ke Larantuka, dan Larantuka ke pulau Adonara dan pulau Solor menjadi relatif Tinggi,” pungkasnya.

    Sementara itu, Kepala BPH Migas, Andy Noorsaman Sommeng, dalam sambutannya mengatakan, cukup memahami keluhan yang ada di Flores Timur, namun demikian, Andi menambahkan, akan mengkonfirmasi hal ini kepada pihak Pertamina. “Hal ini akan kami konfirrmasi pada pihak Pertamina,” urainya.

    Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Djaelani Sutomo yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan, untuk kebaikan di wilayah Flores Timur, pihaknya akan melakukan survey guna melihat kondisi yang sesungguhnya.

    “Pertamina akan segera mengirim tim survey kesana untuk melihat perkembangan dan akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk penyediaan dan pendistribusian BBM di wilayah tersebut,” katanya, di kantor BPH Migas, Rabu (16/02/2012), Jakarta.