ANTISIPASI KELANGKAAN BBM, BPH MIGAS TINJAU KESIAPAN TRANSPORTIR MITRA PT PERTAMINA (PERSERO)
03 September 2009; BPH MIGAS
JAKARTA. Guna mengantisipasi kelangkaan BBM sebelum dan sesudah Hari Raya, Badan Pengatur
Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan memonitoring kesiapan Transportir mitra PT
Pertamina (Persero) dalam rangka menyalurkan BBM kepada lembaga penyalur.
Monitoring ini dilaksanakan selama selama tujuh hari, terhitung sejak tanggal 2 hingga 11
September 2009. Pelaksanaan monitoring dibagi menjadi 2 tahap. Tahap pertama dilakukan di
Medan, Padang, Pekanbaru, Palembang, Menado, Makasar, Balikpapan, Banjarmasin,
Denpasar, dan Papua
Sedangkan untuk tahap ke-2 dilakukan di DKI Jakarta & Banten (Plumpang dan Tanjung Gerem),
Jawa Barat (Cikampek, Padalarang, Indramayu), Lampung, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, dan
Cilacap.
Sebagai persiapan tim ke lapangan, diadakan terlebih dulu pertemuan dengan dua mitra PT
Pertamina (Persero), yaitu PT Patra Niaga dan PT Elnusa Petrofin yang menghasilkan berita
acara klarifikasi kesiapan transportir yang berisi langkah-langkah sebagai berikut:
- Pengoperasian mobil tangki type standar, multi produk dan alih
penggunaan produk selama 24 Jam
- Penempelan sticker khusus pada mobil tangki yang beroperasi selama H–10 s.d H+10.
- Panambahan awak mobil tangki untuk pengoperasian 24 Jam pada lokasi-lokasi tertentu yang telah
ditetapkan oleh PT Pertamina dengan perbandingan 10 mobil dengan 14 supir dan 14 Kernet (sistem
shift).
- Pemberlakuan
Tire Management System.
- Menggunakan jasa
surveilance security untuk memantau keamanan distribusi BBM kepada lembaga penyalur
(khusus PT. Patra Niaga).
- Menyiapkan kantong–kantong BBM (ditentukan oleh PT Pertamina) pada SPBU yang potensial
terkendala oleh kemacetan lalulintas.
- Pengenaan sanksi yang tegas terhadap para sopir yang melanggar.
- Telah membentuk Satgas Lebaran 2009.
- Menyampaikan laporan harian kepada BPH Migas selama H–10 s.d H+10