KUNJUNGAN KERJA ANGGOTA KOMITE BPH MIGAS KE SENTRA NELAYAN
02 Maret 2010; BPH
JAKARTA. Dua anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Ibrahim Hasyim dan
Agus Budi Hartono bersama dengan PT Pertamina (Persero) Kamis, (25/02/2010) melakukan kunjungan
kerja ke sentra nelayan di Muara Angke, Jakarta Utara dan Desa Kronjo, Kabupaten Tangerang.Tujuan
kunjungan kerja tersebut adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi dan perilaku para nelayan
menggunakan bahan bakar setelah Minyak Tanah Subsidi ditarik pasca konversi LPG maupun permasalahan
lain yang terkait dengan tupoksi BPH Migas.Dalam kunjungan tersebut, sebagian besar nelayan di
Muara Angke nampak memang telah menggunakan LPG untuk kebutuhan memasak, namun masih banyak yang
menggunakan Minyak Solar yang terkadang dicampur dengan Minyak Tanah Non Subsidi untuk memasak.Di
lokasi nelayan lain di Kronjo, Kabupaten Tangerang, para nelayan masih menggunakan Minyak Solar
untuk keperluan memasak. Hanya sedikit sekali yang menggunakan LPG untuk keperluan memasak. Para
nelayan menggunakan kompor yang serupa dengan kompor Minyak Tanah bertekanan, yang menggunakan
prinsip sebagaimana lampu petromax. Sebagai pengganti Minyak Tanah, maka nelayan menggunakan Solar
untuk kompor masak, padahal proses penyalaan api lebih lama, apinya yang dihasilkan berwarna merah,
serta kadang terjadi kebuntuan di kepala kompor.Keengganan mereka menggunakan LPG terutama adanya
ketakutan masalah kebakaran atau ledakan seperti yang diberitakan di media massa. Kiranya perlu
dilakukan sosialisasi lebih intensif di sentra-sentra nelayan yang sudah terkonversi. Pada saat
kunjungan tersebut, sebagian nelayan merasa kurangnya perhatian dari Dinas Kelautan dan Perikanan,
seperti dukungan dalam masalah pengadaan Bahan Bakar untuk mesin kapal mereka.