Berita
Tanggal 05 September 2010
 

JARINGAN GAS BUMI HEMAT SUBSIDI SEKITAR RP 1 TRILIUN

19 Maret 2010; BPH MIGAS

JAKARTA. Melalui pembangunan infrastruktur jaringan Gas Bumi untuk rumah tangga di sekitar kota yang memiliki sumber Gas Bumi, diharapkan dapat mempercepat pengurangan Minyak Tanah sehingga  dapat membantu kemandirian energi.  

Hal ini dikatakan Menteri EDM Darin Zahedy Saleh, saat meresmikan Pemanfaatan Jaringan Distribusi Gas Bumi untuk Rumah Tangga dan Penandatanganan Nota Kesepahaman Alokasi Pasokan Gas Bumi untuk Rumah Tangga Tahun 2010, Kamis (18/03/2010) di Auditorium Kementerian ESDM.

“Program pemanfaatan jaringan Gas Bumi untuk rumah tangga dapat menghemat 2,8 juta liter atau setara dengan Rp 1 triliun penghematan anggaran Subsidi Minyak Tanah,” katanya.

Menurut Darwin, hal ini tidak mungkin terwujud tanpa sikap terbuka dan dorongan positif dari Pemerintah Daerah, baik Gubernur, Walikota maupun Bupati.

Darwin menambahkan, program pembangunan jaringan distribusi gas bumi dapat dilaksanakan di kota-kota atau daerah yang dekat dengan sumber gas bumi dan memiliki jaringan pipa transmisi gas bumi serta peralatan pendukung lainnya untuk mengurangi pembiayaan yang berasal dari APBN.

Pembangunan jaringan distribusi Gas Bumi untuk rumah tangga merupakan wujud konkrit diversifikasi energi. “Penggunaan Gas Bumi merupakan pilihan tepat ditengah fluktuasi harga minyak dunia yang otomatis berpengaruh terhadap Subsidi yang ditanggung oleh Pemerintah,” ujarnya.

Pada 2009, Pemerintah memerlukan Subsidi sekitar Rp 45 triliun untuk BBM termasuk Minyak Tanah. Untuk itu, diharapkan program pembangunan jaringan distribusi Gas Bumi beban Subsidi dapat berkurang.

Dijelaskan Darwin, saat ini, cadangan Minyak Bumi diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar 15 tahun sedangkan Gas Bumi bertahan lebih lama sekitar 60 tahun. Menurut Darwin, cadangan Gas Bumi masih cukup besar, namun sejauh ini pemanfaatannya belum maksimal.

Sementara itu rencana jaringan distribusi Gas Bumi 2010, dijelaskan Dirjen Migas, Evita H. Legowo jaringan distribusi Gas Bumi untuk rumah tangga akan dibangun di Tarakan, Depok, Bekasi, dan Sidoardjo. menjelaskan bahwa untuk 2010, di Tarakan akan dipasok oleh Medco E&P. Bekasi dan Depok akan dipasok oleh PT Pertamina EP, sedangkan untuk Sidoardjo melanjutkan nota kesepahaman sebelumnya dengan PT Lapindo Brantas.

“Jaringan distribusi untuk rumah tangga di Kota Tarakan akan dibangun di Kelurahan Karang Balik dan Sebengkok. Depok di Kelurahan Beji dan Beji Timur. Bekasi di Perumnas Bumi Bekasi Baru dan Kota Sidoardjo akan di bangun di Medaeng, Tambak Sawah, Ngingas dan Wedero,” jelasnya.

Menurutnya, jumlah sambungan rumah tangga yang akan mendapatkan fasilitas tersebut berkisar antara 3 ribu sampai dengan 4 ribu sambungan rumah.

Untuk tahun 2009 telah di bangun jaringan Gas Bumi di dua kota yaitu, Palembang dan Surabaya. Kota Palembang di bangun di Kelurahan Siring Agung dan Lorok pakjo, dengan jumlah sambungan rumah yang siap dialirkan gas mencapai 3.310 sambungan. Sementara di Surabaya di bangun di kelurahan Rungkut Kidul dan Kali Rungkut, dengan jumlah sambungan rumah mencapai 2.900 sambungan.
Peresmian pemanfaatan gas bumi untuk rumah tangga di Palembang dan Surabaya, tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri ESDM, didampingi Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita H. Legowo dan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin.

Pembangunan jaringan distribusi Gas Bumi untuk rumah tangga merupakan salah satu prioritas nasional yang bertujuan untuk diversifikasi energi, pengurangan subsidi, penyediaan energi bersih dan murah serta komplementer konversi Minyak Tanah ke LPG untuk percepatan pengurangan Minyak Bumi.

 
Kuota BBM
Realisasi Penjualan
Harga Nasional
Perkembangan Harga BBM
Pelaksanaan Lelang
Rencana Lelang Gas
Lelang Gas Bumi
Pengumuman Lelang
 
   
 
Gedung BPH MIGAS, Jl. Kapten P. Tendean No : 28 Jakarta Selatan 12710 - Indonesia
Telp : +62-21 5255500, +62-21 5212400 Fax : +62-21 5223210, +62-21 5255656
Email
: humas@bphmigas.go.id
Copyright © 2005 | BPH MIGAS