KUNJUNGAN KERJA ANGGOTA KOMITE BPH MIGAS KE SENTRA NELAYAN
01 April 2010; BPH MIGAS
JAKARTA. Dua Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Ibrahim Hasyim
dan Hanggono T. Nugroho beserta rombongan, Senin-Selasa (22-24/03/2010) melakukan kunjungan kerja
ke sentra nelayan di Lekok, Pasuruan dan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat dan menilai kebutuhan BBM serta kehidupan para
nelayan yang tidak hanya harus ditingkatkan produktifitasnya, tetapi BBM yang terdistribusi juga
harus tepat guna.
Di samping itu, kegiatan ke lapangan ini bertujuan untuk untuk melakukan pengecekan kebutuhan
Minyak Tanah untuk penerangan di Kabupaten Banyuwangi, sesuai surat Sekretaris Daerah Kabupaten
Banyuwangi No. 505/38/429.021.200 tanggal 16 Februari 2010, perihal permohonan penyaluran Minyak
Tanah Bersubsidi untuk penerangan.
Selain itu, kunjungan juga dimaksudkan untuk meninjau sistem penyediaan BBM untuk nelayan di
Jawa Timur bagian Timur serta meninjau sistem distribusi BBM yang seringkali diberitakan mengalami
kelangkaan atau gangguan pasok.
Pada sentra nelayan di Lekok Pasuruan didapati bahwa nelayan memang belum mendapatkan pelayanan
sebaik pelayanan BBM untuk kendaraan darat melalui SPBU. Di Lekok, Pasuruan dan Situbondo terdapat
SPDN namun tidak beroperasi karena berbagai hal. Terkait dengan ini, BPH Migas telah meminta kepada
PT Pertamina untuk segera menyelesaikan masalah yang terjadi agar SPDN tersebut dapat segera
beropersi kembali untuk melayani nelayan.
Sedangkan pendistribusian di Muncar yang terjadi adalah sebaliknya, SPDN telah beroperasi dengan
baik, Namun, alokasi BBM yang diberikan dirasa kurang mencukupi kebutuhan. SPDN di Muncar memiliki
sistem pencatatan penjualan cukup baik dan dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai salah satu
bentuk model sistem tertutup.
Di sentra nelayan Lekok Pasuruan, kebutuhan Minyak Tanah sudah dipenuhi dengan Minyak Tanah
non-subsidi, sedangkan LPG untuk melaut tidak dibutuhkan. Untuk sentra nelayan di Muncar,
penggunaan Minyak Tanah untuk penerangan per kapal relatif kecil dan juga sudah mulai dipenuhi
dengan Minyak Tanah Non Subsidi.
Selain melakukan kunjungan ke sentra nelayan, Anggota Komite beserta rombongan juga berkunjung
ke Depot Tanjung Wangi, Depot Malang dan PT PLN AJP Banyuwangi. Kunjungan ke Depot dilakukan untuk
mengetahui keadaan pendistribusian BBM yang selama ini dilakukan. Sedangkan kunjungan ke PLN AJP
dilakukan untuk memperoleh informasi atau keterangan mengenai keadaan kelistrikan di daerah
Banyuwangi terutama didaerah sentra nelayan.