Berita
Tanggal 10 September 2010
 

PEMERINTAH MENGUSULKAN KUOTA VOLUME BBM BERSUBSIDI DALAM RAPBN 2011 SEBESAR 36,77 JUTA KL SAMPAI 42,56 JUTA KL

09 Juni 2010; BPH MIGAS

JAKARTA. Pemerintah mengusulkan kuota volume BBM bersubsidi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2011 berkisar antara 36,77 juta KL hingga 42,56 juta KL. Hal ini diuraikan Menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh, dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Selasa, (08/06/2010) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Menurut Darwin, kuota volume BBM bersubsidi sekitar 36,77 juta KL tersebut ditetapkan dengan memperhatikan keberhasilan program pengendalian pemanfaatan BBM bersubsidi, baik pada sektor transportasi maupun nelayan, dapat dilaksanakan dengan baik.

Selain itu, kuota sebesar 36,77 juta KL tersebut juga tidak memperhitungkan adanya peningkatan permintaan APMS, pertumbuhan permintaan BBM pada Kabupaten/Kota pemekaran maupun peningkatan pertumbuhan kendaraan bermotor.

"Volume BBM bersubsidi sebesar 42,56 juta KL adalah dengan memperhitungkan perkembangan realisasi sampai dengan Mei 2010," papar Darwin.

Guna mengurangi penggunaan BBM, mendukung program pengurangan gas rumah kaca, mendorong pertumbuhan industry Bahan Bakar Nabati (BBN) domestik, menuju ketahanan energi nasional, Pemerintah kembali mengusulkan subsudi bagi BBN yang dicampurkan ke dalam BBM tertentu sebesar Rp2.000-Rp2.500 per liter, apabila harga indeks pasar BBN lebih tinggi dari harga indeks pasar BBM.

"Untuk tahun 2011 diperkirakan volume BBN bersubsidi sebesar 982 ribu KL, dimana 5 persen untuk biodiesel dan 1 persen untuk bioethanol," tandasnya.

 
Kuota BBM
Realisasi Penjualan
Harga Nasional
Perkembangan Harga BBM
Pelaksanaan Lelang
Rencana Lelang Gas
Lelang Gas Bumi
Pengumuman Lelang
 
   
 
Gedung BPH MIGAS, Jl. Kapten P. Tendean No : 28 Jakarta Selatan 12710 - Indonesia
Telp : +62-21 5255500, +62-21 5212400 Fax : +62-21 5223210, +62-21 5255656
Email
: humas@bphmigas.go.id
Copyright © 2005 | BPH MIGAS