STRATEGI KEBIJAKKAN ENERGI HARUS DORONG PERTUMBUHAN EKONOMI
17 Juni 2010; BPH MIGAS
JAKARTA. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional pada 5 tahun ke depan dapat tumbuh
sebesar 7 persen. Untuk itu, pertumbuhan energi harus mencapai 1,2-1,5 persen. Karenanya, kebijakan
energi harus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Demikian hal ini dipaparkan Menteri Bidang perekonomian Hatta Rajasa, dalam Rapat Kerja Gabungan
dengan Komisi IV,IV, dan VII DPR RI, di Senayan, Jakarta, Rabu (16/06/2010).
Menurut Hatta, adalah penting untuk menetapkan strategi energi sebagai suatu instrumen
dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Kebijakkan energi itu harus mendorong pertumbuhan ekonomi
nasional.
"Pemikiran 30 tahun lalu, Migas merupakan sumber penerimaan negara. Dengan pertumbuhan ekonomi
nasional, baik industri strategis maupun pendukung, maka Migas harus diletakkan pada konsep sebagai
bagian untuk mendorong ekonomi nasional," katanya.
Oleh sebab itu terdapat sejumlah prinsip dasar yaitu terjaminnya pasokan dalam negeri dan Migas
sebagai perangsang pertumbuhan permintaan dalam negeri. Jangan lagi melihat karena tidak ada
demand dalam negeri, maka Migas di ekspor saja.
"Prinsip lainnya adalah menjaga sisi suplai untuk menjamin keamanan pasokan dengan mengembangkan
cadangan Migas yang berada di laut dalam dan lapangan marjinal dengan pendekatan industri dan
teknologi," urainya.
Sedangakan untuk meningkatkan kemampuan pendistribusian gas dari sumber pasokan ke pengguna,
maupun untuk mengantisipasi adanya impor gas, secepat mungkin Pemerintah akan membangun
infrastruktur di pusat-pusat pertumbuhan. Pembangunan infrastruktur gas tersebut bertujuan untuk
meningkatkan kemampuan pendistribusian gas dari sumber pasokan ke pengguna, maupun untuk
mengantisipasi adanya impor gas.
Pemerintah menargetkan pembangunan LNG receiving terminal di Sumatera Utara, Jawa Barat
sudah dapat terselesaikan pada 2011 mendatang. "Tidak ada kata tidak. Tidak ada kata tidak bisa.
Tidak ada kata terlambat, infrastruktur itu mutlak karena gas yang kita temukan sekarang sudah
berada pada cekungan-cekungan laut dalam," tandasnya.
Selain itu, pembangunan jaringan gas kota di Surabara, Sengkang, Palembang, Tarakan,
Bekasi, Bontang, Blora, dan Depok. Selanjutnya adalah rencana pembangunan jaringan transmisi
Gresik-Semarang-Semarang-Cirebon dan Kalimantan-Semarang.
Hadir dalam rapat kerja tersebut Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh, Meneg BUMN Mustafa Abubakar,
Menteri Perindustrian MS. Hidayat, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Kepala BPMIGAS, R.
Priyono, Kepala BPH Migas, Tubagus Haryono, Dirut PT Pertamina, Karen Agustiawan, Dirut PT PGN,
Hendi Priyo Santoso, dan Dirut PT PLN, Dahlan Iskan.