Berita
Tanggal 05 September 2010
 

STRATEGI KEBIJAKKAN ENERGI HARUS DORONG PERTUMBUHAN EKONOMI

17 Juni 2010; BPH MIGAS

JAKARTA. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional pada 5 tahun ke depan dapat tumbuh sebesar 7 persen. Untuk itu, pertumbuhan energi harus mencapai 1,2-1,5 persen. Karenanya, kebijakan energi harus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Demikian hal ini dipaparkan Menteri Bidang perekonomian Hatta Rajasa, dalam Rapat Kerja Gabungan dengan Komisi IV,IV, dan VII DPR RI, di Senayan, Jakarta, Rabu (16/06/2010).

Menurut Hatta, adalah penting untuk  menetapkan strategi energi sebagai suatu instrumen dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Kebijakkan energi itu harus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Pemikiran 30 tahun lalu, Migas merupakan sumber penerimaan negara. Dengan pertumbuhan ekonomi nasional, baik industri strategis maupun pendukung, maka Migas harus diletakkan pada konsep sebagai bagian untuk mendorong ekonomi nasional," katanya.

Oleh sebab itu terdapat sejumlah prinsip dasar yaitu terjaminnya pasokan dalam negeri dan Migas sebagai perangsang pertumbuhan permintaan dalam negeri. Jangan lagi melihat karena tidak ada demand dalam negeri, maka Migas di ekspor saja.

"Prinsip lainnya adalah menjaga sisi suplai untuk menjamin keamanan pasokan dengan mengembangkan cadangan Migas yang berada di laut dalam dan lapangan marjinal dengan pendekatan industri dan teknologi," urainya.

Sedangakan untuk meningkatkan kemampuan pendistribusian gas dari sumber pasokan ke pengguna, maupun untuk mengantisipasi adanya impor gas, secepat mungkin Pemerintah akan membangun infrastruktur di pusat-pusat pertumbuhan. Pembangunan infrastruktur gas tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pendistribusian gas dari sumber pasokan ke pengguna, maupun untuk mengantisipasi adanya impor gas.

Pemerintah menargetkan pembangunan LNG receiving terminal di  Sumatera Utara, Jawa Barat sudah dapat terselesaikan pada 2011 mendatang. "Tidak ada kata tidak. Tidak ada kata tidak bisa. Tidak ada kata terlambat, infrastruktur itu mutlak karena gas yang kita temukan sekarang sudah berada pada cekungan-cekungan laut dalam," tandasnya.

Selain itu, pembangunan jaringan  gas kota di Surabara,  Sengkang, Palembang, Tarakan, Bekasi, Bontang, Blora, dan Depok. Selanjutnya adalah rencana pembangunan jaringan transmisi Gresik-Semarang-Semarang-Cirebon dan Kalimantan-Semarang.

Hadir dalam rapat kerja tersebut Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh, Meneg BUMN Mustafa Abubakar, Menteri Perindustrian MS. Hidayat, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Kepala BPMIGAS, R. Priyono, Kepala BPH Migas, Tubagus Haryono, Dirut PT Pertamina, Karen Agustiawan, Dirut PT PGN, Hendi Priyo Santoso, dan Dirut PT PLN, Dahlan Iskan.

 
Kuota BBM
Realisasi Penjualan
Harga Nasional
Perkembangan Harga BBM
Pelaksanaan Lelang
Rencana Lelang Gas
Lelang Gas Bumi
Pengumuman Lelang
 
   
 
Gedung BPH MIGAS, Jl. Kapten P. Tendean No : 28 Jakarta Selatan 12710 - Indonesia
Telp : +62-21 5255500, +62-21 5212400 Fax : +62-21 5223210, +62-21 5255656
Email
: humas@bphmigas.go.id
Copyright © 2005 | BPH MIGAS