BPH MIGAS SERUKAN PENGGUNAAN BBM NON SUBSIDI
05 Juli 2010; BPH MIGAS
JAKARTA. Dalam rangka mendorong penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Non Subsidi, Minggu,
(04/07/2010) Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memasang beberapa spanduk yang
menyerukan masyarakat, untuk menggunakan BBM Non Subsidi di beberapa SPBU di Jakarta.
Pada kegiatan ini, BPH Migas memasang sekitar 200 spanduk pada 100 SPBU yang ada di
wilayah DKI Jakarta. Masing-masing SPBU dipasangi 2 spanduk, dipintu masuk dan keluar. Pada pintu
masuk bertuliskan “
Eee….mobilnya keren ya? Pakai BBM Non Subsidi dong…!!!!!
”. Sedangkan pada pintu keluar bertuliskan “
Terima kasih Anda telah menggunakan BBM Non Subsdi
“.
Selain untuk mensosialisasikan penggunaan BBM Non Subsidi, tujuan kegiatan ini juga bertujuan
untuk menggugah masyarakat khususnya bagi golongan masyarakat mampu yang selama ini jadi pengguna
Bahan Bakar Minyak Bersubsidi agar beralih ke BBM Non Subsidi.
Sebagaimana diketahui, Saat ini, banyak golongan masyarakat dengan bebas mengkonsumsi BBM
Bersubsidi. Apabila tidak diantisipasi sedini mungkin, bukan tidak mungkin kuota BBM Subsidi yang
ditetapkan dalam APBNP 2010 sebesar 36,6 juta kl melnjak tajam menjadi 40,1 juta kl. Oleh karena
itu, dengan pemasangan sekitar 200 spanduk ini, diharapkan dapat menggugah masyarakat yang mampu
untuk menggunakan BBM Non Subsidi.
Menurut Kepala BPH Migas, Tubagus Haryono saat kampanye Gerakan Cinta BBM Non Subsidi, di
Bundaran Hotel Indonesia, Sabtu (26/06/2010) mengatakan bahwa BBM Bersubsidi hanya untuk rakyat
kecil. Oleh karena itu, sambung Tubagus, pemilik kendaraan mewah tidak menggunakan BBM Bersubsidi. “
BBM Bersubsidi hanya untuk rakyat kecil, sekali lagi hanya untuk rakyat kecil," kata Tubagus,
tegas. Penggunaan BBM Non Subsidi tersebut jauh lebih baik dari BBM Subsidi. Pembakaran untuk
Oktan 88 (Premium) itu tidak sesempurna pembakaran BBM Non Subsidi, seperti Pertamax.
Pembakaran Pertamax lebih sempurna dan memberikan tenaga lebih kuat terhadap kendaraan.